Awal Desember, Data IHSG dan Kapitalisasi Pasar Positif

Pada awal Desember, data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepekan mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang meningkat sebesar 1,16 % ke level 6,126.36 dari 6,056.12 pada pekan sebelumnya.
Hafiyyan | 08 Desember 2018 08:18 WIB
Karyawan melintas di bawah layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA– Pada awal Desember, data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepekan mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang meningkat sebesar 1,16 % ke level 6,126.36 dari 6,056.12 pada pekan sebelumnya.

Seiring dengan peningkatan IHSG, nilai kapitalisasi bursa selama sepekan juga mengalami peningkatan sebesar 1,17 % menjadi sebesar Rp6.938,39 triliun dari Rp6.858,37 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

Dalam laporan mingguan BEI, rata-rata nilai transaksi harian BEI selama sepekan mengalami perubahan yaitu sebesar 10,96 % menjadi Rp10,01 triliun dari Rp11,24 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

Kemudian rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami perubahan sebesar 2,27 % menjadi 11,30 miliar unit saham dari 11,56 miliar unit saham dari pekan lalu dan untuk rata-rata frekuensi transaksi harian BEI juga mengalami perubahan sebesar 2,90 % menjadi 436,57 ribu kali transaksi dari 449,60 ribu kali transaksi dari pekan lalu.

“Investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp765 miliar di sepanjang pekan ini dan investor asing sepanjang tahun 2018 telah mencatatkan jual bersih mencapai Rp46,35 triliun,” papar laporan, Sabtu (8/12/2018).

Mengawali pekan di Bulan Desember, tepatnya pada Senin (3/12), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kembali menyelenggarakan acara CEO Networking 2018 yang diperuntukkan bagi CEO dari stakeholders di Pasar Modal Indonesia.
 
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan (horizon) para CEO dari Stakeholders Pasar Modal Indonesia untuk dapat bersinergi dan menggali potensi dari perkembangan ekonomi dalam mendukung kegiatan usaha perusahaan dan secara berkesinambungan mendukung kemajuan Pasar Modal Indonesia.

Secara resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, acara dilanjutkan dengan talk show bersama Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Founder of Triputra Group Theodore Permadi Rachmat.

CEO Networking 2018 ditutup dengan pemberian IDX Appreciation kepada Perusahaan Tercatat, Anggota Bursa, Manajer Investasi yang berprestasi serta memberikan kontribusi yang besar bagi kemajuan Pasar Modal Indonesia.

Pada pekan ini, yaitu pada Kamis (6/12), terdapat satu pencatatan obligasi, yaitu Obligasi Berkelanjutan III Summarecon Agung Tahap I Tahun 2018 yang diterbitkan oleh PT Summarecon Agung Tbk dengan nilai nominal Rp416.000.000.000 (SMRA03CN1), tingkat bunga 10,75% dan jangka waktu 3 tahun.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2018 adalah 85 Emisi dari 49 Emiten senilai Rp101,49 Triliun.

Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 377 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp417,81 Triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 114 Emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 98 seri dengan nilai nominal Rp2.369,85 Triliun dan USD300 juta. EBA sebanyak 11 emisi senilai Rp10,00 Triliun.              

Tag : bursa efek indonesia
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top