RAJA Ekspansi ke Bisnis Air Bersih, Siapkan Dana Akusisi US$1,6 juta

PT Rukun Raharja Tbk. berencana menambah lini bisnis baru di sektor air bersih pada 2019 melalui akuisisi dengan dana sekitar US$1,6 juta.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 06 Desember 2018  |  09:51 WIB
RAJA Ekspansi ke Bisnis Air Bersih, Siapkan Dana Akusisi US$1,6 juta
Direktur Utama PT Rukun Raharja Tbk Djauhar Maulidi (tengah) berbincang dengan Direktur Fahrizi (kiri), dan Direktur M Oka Lesmana Firdauzi, di sela-sela paparan kinerja perseroan, di Jakarta, Rabu (5/12/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — PT Rukun Raharja Tbk. berencana menambah lini bisnis baru di sektor air bersih pada 2019 melalui akuisisi dengan dana sekitar US$1,6 juta.

Direktur Utama Rukun Raharja Djauhar Maulidi mengatakan akan menambah satu lini bisnis baru tahun depan. Pihaknya menyatakan akan masuk ke lini bisnis penyaluran air bersih.

“Bisnis kami bertambah satu, yang lain masih ada. Jadi masuk ke lini bisnis baru di penyaluran air bersih dengan melakukan akuisisi,” ujarnya di Jakarta, Rabu (4/12/2018).

Djauhar mengatakan akan mengajukan permohonan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir 2018 terkait penambahan lini bisnis baru. Selanjutnya, perseroan akan meminta izin kepada pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk rencana ekspansi tersebut.

Untuk akuisisi perseroan air bersih, dia menyebut dana yang dianggarkan mencapai US$1,6 juta hingga US$2 juta. Sumber pendanaan menurutnya akan berasal dari kas internal.

Saat ini, Djauhar mengatakan emiten berkode saham RAJA itu saat ini terus melakukan studi. Menurutnya, terdapat potensi penyaluran air bersih di tiga daerah.

“Di dua daerah kami akan ikut tender dan yang satu daerah dari akuisisi itu,” imbuhnya.

Selain akuisisi perseroan air bersih, dia mengungkapkan perseroan juga mempelajari akuisisi di sektor trading gas dan blok migas expired.

Secara detail, Djauhar menjelaskan rencana akuisisi blok migas sama seperti yang telah dilakukan perseroan di Cepu, Jawa Tengah. Artinya, perseroan akan masuk sebagai investor bukan operator.

Seperti diketahui, pada 28 September 2018, 252.500 saham atau 100% kepemilikan saham dalam PT DSME ENR CEPU telah berpindah dan menjadi milik Rukun Raharja. Hal tersebut menandakan ekspansi perusahaan di sektor hulu minyak dan gas.

“Kami kalau masuk ke blok migas tidak sama sekali sebagai operator tetapi sebagai pemegang saham saja. Kenapa? karena sumber daya dan dana masih terbatas serta kami masih proses belajar,” jelasnya.

Akan tetapi, pihaknya menyebut rencana akuisisi di dua sektor tersebut belum masuk ke dalam alokasi belanja modal perseroan pada 2019. Menurutnya, hanya rencana akuisisi air bersih yang telah masuk ke dalam perhitungan belanja modal tahun depan.

Sementara itu, Direktur Rukun Raharja M. Oka Lesmana Firdauzi mengungkapkan perseroan menganggarkan belanja modal US$36,4 juta pada 2019. Alokasi tersebut akan digunakan untuk beberapa rencana perseroan.

Dari sisi pengembangan bisnis organik, Oka menyebut jumlah yang dianggarkan senilai US$3,3 juta. Perseroan berencana membangun jaringan pipa baru.

Selanjutnya, perseroan menggangarkan investasi di proyek baru senilai US$31,5 juta. Rencananya, RAJA akan bekerja sama dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. yang saat ini masih dalam proses pembahasan.

Sisanya, RAJA menganggarkan belanja modal US$1,6 juta untuk rencana akuisisi perseroan air bersih.

Sejalan dengan ekspansi yang dilakukan, Manajemen RAJA memproyeksikan dapat mengantongi pendapatan US$127,34 juta pada 2019. Adapun, laba bersih diproyeksikan US$3,22 juta tahun depan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Aksi Korporasi, aksi emiten, rukun raharja

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top