Wall Street Naik Tajam, Saham Apple Terkerek Sentimen AS-China

Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) masing-masing berakhir naik lebih dari 1% pada perdagangan Senin (3/12/2018), menyusul kesepakatan 'gencatan senjata' antara pemerintah AS dan China untuk perang dagang mereka.
Renat Sofie Andriani | 04 Desember 2018 06:59 WIB
Bursa Saham AS Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) masing-masing berakhir naik lebih dari 1% pada perdagangan Senin (3/12/2018), menyusul kesepakatan 'gencatan senjata' antara pemerintah AS dan China untuk perang dagang mereka.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 1,13% atau 287,97 poin di level 25.826,43, indeks S&P 500 naik 1,09% atau 30,2 poin di 2.790,37, sedangkan indeks Nasdaq Composite berakhir menanjak 1,51% atau 110,98 poin di level 7.441,51.

Sentimen investor terangkat oleh pemberitaan selama akhir pekan kemarin bahwa Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping setuju untuk menunda pengenaan tarif baru selama 90 hari, dengan mengumumkan 'gencatan senjata' setelah menghadapi eskalasi ketegangan selama berbulan-bulan akibat isu perdagangan dan lainnya.

“Hari ini sebagian besar tentang merayakan fakta bahwa AS dan Cina telah menunda apa yang bisa menjadi beberapa skenario terburuk mengenai hubungan dagang mereka,” kata Michael Arone , kepala strategi investasi di State Street Global Advisors, seperti dilansir dari Reuters.

Tetap saja, ketiga indeks saham utama tersebut masih ditutup di bawah level tertinggi yang mampu dicapai sebelumnya selama sesi perdagangan itu.

Menurut Arone, masih ada beberapa isu rumit yang perlu diselesaikan antara dua negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Keith Lerner, kepala strategi pasar di SunTrust Advisory Services di Atlanta, menyebut penguatan bursa saham kemarin sebagai 'sedikit penguatan yang melegakan'.

“Alasan mengapa Anda tidak melihat lebih banyak, mengapa pasar memiliki mungkin berada di bawah level tertingginya, adalah kesadaran masih ada banyak tanda tanya dan hanya ada periode 90 hari bagi mereka [AS dan China] untuk bernegosiasi,” jelas Lerner.

Pada perdagangan Senin, sektor teknologi, di antara kelompok-kelompok yang dilihat sensitif terhadap isu tensi perdagangan, naik 2,1%. Saham Apple, yang baru-baru ini terpukul kekhawatiran atas kemungkinan pengenaan tarif pada iPhone, pun naik 3,5%.

Saham Boeing dan Caterpillar, dua perusahaan industri yang dipandang terdampak isu perdagangan, masing-masing naik 3,8% dan 2,4%, dan memberikan dukungan terhadap indeks blue chip Dow Jones. Sektor industri pun naik 1,2%.

Sementara itu, saham energi naik 2,3% menyusul rebound harga minyak dari penurunannya baru-baru ini. Bersama dengan 'gencatan senjata' perdagangan AS-China, harga minyak juga ditopang langkah pembatasan pemangkasan produksi di provinsi Alberta, Kanada.

Tag : wall street
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top