Akhir Sesi I, IHSG Mantap di Zona Hijau

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 1,33% atau 80,80 poin ke level 6.136,93 pada akhir sesi I, setelah dibuka rebound dengan penguatan 1,02% atau 61,94 poin ke level 6.118,06.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 03 Desember 2018  |  12:49 WIB
Akhir Sesi I, IHSG Mantap di Zona Hijau
Pengguna jalan melintas di depan monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Jakarta, Jumat (20/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin (3/12/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 1,33% atau 80,80 poin ke level 6.136,93 pada akhir sesi I, setelah dibuka rebound dengan penguatan 1,02% atau 61,94 poin ke level 6.118,06.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.101,74 – 6.143,72. Adapun pada perdagangan Jumat (30/11), IHSG ditutup melemah 0,84% atau 51,04 poin ke level 6.056,12.

Sebanyak 228 saham menguat, 145 saham melemah, dan 245 saham stagnan dari 618 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia siang ini.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang masing-masing menguat 3,87% dan 3,338% menjadi penopang utama terhadap penguatan IHSG pada akhir sesi I.

Seluruh sektor bergerak di zona hijau, dipimpin oleh sektor finansial yang menguat 2%, disusul sektor properti yang naik 1,77%, dan sektor tambang yang menguat 1,71%.

Indeks saham lainnya di kawasan Asia bergerak menguat siang ini, di antaranya indeks FTSE Straits Times Singapura (+2,06%), indeks FTSE Malay KLCI (0,95%), indeks SE Thailand (1,62%), dan indeks PSEi Filipina (2,25%)

Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing naik 1,25% dan 1,07%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan menguat 1,72%. Adapun indeks Hang Seng melonjak 2,57%.

Dilansir Reuters, secara umum bursa saham Asia yang menguat pada perdagangan hari ini setelah para pemimpin Amerika Serikat (AS) dan China memutuskan untuk 'gencatan senjata' perihal konflik perdagangan mereka.

 “Pasar dibuka dengan dorongan spontan terhadap daya tarik aset berisiko, tetapi waktu akan menunjukkan bagaimana bertahannya optimisme itu nanti,” kata ekonom ANZ, Jo Masters, seperti dikutip Reuters.

“Tapi untuk saat ini, kedua belah pihak bisa mengklaim kemenangan.”

Pemerintah China dan AS sepakat untuk menghentikan pengenaan tarif tambahan dalam sebuah kesepakatan yang menghindari semakin memanasnya perang dagang.

Kedua pihak mencoba kembali berupaya untuk menjembatani perbedaan mereka dengan pembicaraan-pembicaraan baru yang bertujuan mencapai kesepakatan dalam 90 hari.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terpantau menguat 73 poin atau 0,51% ke level Rp14.229 per dolar AS, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,22% atau 32 poin ke level Rp14.270 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.229-Rp14.270 per dolar AS.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top