HOKI Jaga Margin Laba Bersih

Buyung Poetra Sembada (HOKI) tetap mempertahankan net profit margin pada kisaran 6%-7% hingga akhir tahun, dengan menyediakan inventory pada musim hujan.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 02 Desember 2018  |  17:47 WIB
HOKI Jaga Margin Laba Bersih
Direktur Utama PT Buyung Poetra Sembada Tbk (BPS) Sukarto Buyung (dari kiri) bersama Komisaris Utama Jonathan Jochanan, dan Senior Vice Presiden Corporate Finance PT RHB Securities Indonesia Bernandus Sumarco, meninjau aktivitas Penawaran Umum Saham Perdana BPS , di Jakarta, Kamis (15/6). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - PT Buyung Poetra Sembada Tbk. (HOKI) tetap mempertahankan net profit margin pada kisaran 6%-7% hingga akhir tahun, dengan menyediakan inventory pada musim hujan.

Investor Relation Buyung Poetra Sembada Dion Surijata mengungkapkan, saat musim hujan seperti ini, biasanya terjadi kenaikan gabah kering giling, tren yang terjadi di akhir tahun ini telah diantisipasi oleh perseroan.

"Kami beli beras yang sudah dikeringkan sehingga tinggal diproses lebih lanjut di pabrik kami dan margin kami akan tetap bertahan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, hingga akhir tahun, penjualan bisa mencapai Rp1,4 triliun. Sumber Bisnis mengungkapkan, Buyung telah mempersiapkan persediaan beras. Dia mengungkapkan, inventory emiten bersandi saham HOKI sekitar 3 bulan.

Sebagai informasi, dalam laporan keuangan September 2018, gross profit margin (GPM) dan net profit margin (NPM) masing-masing sebesar 14,51% dan 6,67%.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andy Wibowo Gunawan mempertahankan, target harga HOKI pada Rp1.350, karena Mirae yakin bahwa HOKI dapat mengelola biaya produksinya untuk menjadi pemasok yang terdiversifikasi dengan baik di Indonesia.

"Namun, kami menduga bahwa penurunan harga saham HOKI yang signifikan kemarin disebabkan oleh kekhawatiran terhadap harga gabah kering yang dipanen dan digiling pada bulan Oktober yang mengalami kenaikan," ungkapnya dalam riset media November 2018.

Mirae mencatatkan, harga gabah kering penen melonjak menjadi Rp5.039/kg atau naik 1% dari bulan sebelumnya, atau 3,1% year on year, seiring dengan peningkatan harga gabah kering giling yang mencapai Rp5.568/kg atau naik 1,2% dari bulan sebelumnya, atau turun dari 0,9% secara tahunan.

Andy mengaitkan kenaikan harga ini dengan efek musiman saja dan percaya bahwa harga gabah kering panen dan gabah kering giling akan menurun kembali pada bulan Maret-Mei setelah mendekati musim panen. Menurutnya, harga gabah yang lebih tinggi pada Oktober, maka investor khawatir tentang pendapatan kuartal IV/2018 HOKI.

Mirae menilai, HOKI dapat mengelola biaya produksinya untuk menjadi pemasok yang terdiversifikasi di Indonesia, meskipun pendapatan HOKI berpotensi terdampak oleh harga kenaikan harga gabah.

Andy menambahkan, HOKI sedang membangun gudang bahan baku baru yang dimaksudkan untuk menyimpan bahan mentah dan mengoptimalkan proses produksi.

Mirae memproyeksikan, pendapatan HOKI pada 2018 dan 2019 masing-masing senilai Rp1,5 triliun dan Rp2,2 triliun. Untuk laba bersih pada 2018 dan 2019, diproyeksikan Andy masing-masing senilai Rp93 miliar dan Rp156 miliar, atau naik 94,9% year on year dan 66,5% year on year.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, Buyung Poetra Sembada

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup