Valbury Sekuritas: IHSG Minim Sentimen, 6 Saham Ini Berpotensi Naik

Valbury Sekuritas Indonesia menilai terbatasnya katalis positif bagi pasar serta sinyalemen akan teknikal koreksi atas indeks global dapat menjadi faktor penekan bagi IHSG pada perdagangan saham hari ini Jumat 30 November 2018
Fajar Sidik | 30 November 2018 07:29 WIB
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Jumat (9/11/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Valbury Sekuritas Indonesia menilai terbatasnya katalis positif bagi pasar serta sinyalemen akan teknikal koreksi atas indeks global dapat menjadi faktor penekan bagi IHSG pada perdagangan saham hari ini Jumat 30 November 2018.

Sentimen pasar dari dalam negeri: Presiden Joko Widodo menyatakan akan mengeluarkan UMKM dari rencana relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI), yang masuk dalam Paket Kebijakan Ekonomi ke-16. Keputusan tersebut diambil setelah mendapatkan masukan dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

  Hal ini dengan mempertimbangkan bahwa kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia sangatlah besar. Mayoritas tenaga kerja Indonesia yang berada di sektor UMKM telah memberikan kontribusi terhadap PDB mencapai 60%.

Kabar lainnya, tantangan bagi perekonomian nasional di 2019 diperkirakan masih cukup besar. Di tataran global, dampak perang dagang yang dilancarkan AS pada sejumlah mitra dagang terutama China akan semakin terasa di sektor riil. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, Indonesia bukan negara yang terlibat langsung dalam perang dagang AS dan China.

Namun, kedua negara besar itu merupakan partner dagang utama bagi Indonesia. Namun, Darmin menuturkan bahwa perang dagang dapat memberikan dampak positif meski tidak langsung, terutama relokasi investasi baik investor Cina, AS maupun Eropa ke dalam negeri.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 diperkirakan tetap meningkat hingga mencapai kisaran 5,0% hingga 5,4% Inflasi 2019 tetap terkendali pada kisaran sasaran 3,5% plus 1%.

Sentimen pasar dari luar negeri :
Dari AS, Presiden Donald Trump mengatakan pemberlakuan tarif impor AS pada truk kecil buatan luar negeri akan mencegah penutupan beberapa pabrik General Motors (GM) dan hilangnya ribuan lapangan kerja manufaktur yang didambakan. Menurutnya kenaikan penjualan truk kecil AS di Amerika disebabkan oleh tarif impor sebesar 25% terhadap impor truk kecil.

Prediksi IHSG : Terbatasnya katalis positif bagi pasar serta sinyalemen akan teknikal koreksi atas indeks global dapat menjadi faktor penekan bagi IHSG pada perdagangan saham hari ini. Selain itu, koreksi saham AS pada Kamis semakin menguatkan potensi koreksi saham Asia.

Perspektif tenikal
Support Level :    6055/6004/5978
Resistance Level :   6133/6159/6211
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Down

Rekomendasi saham hari ini:

SMGR: Trading Buy
• Close 12000, TP 12175
• Boleh buy di level 11625-12000
• Resistance di 12175 & support di 11625
• Waspadai jika tembus di 11625
• Batasi resiko di 11575

INDF: Trading Buy
• Close 6400, TP 6500
• Boleh buy di level  6200-6400
• Resistance di 6500 & support di 6200
• Waspadai jika tembus di 6200
• Batasi resiko di 5150

WIKA : Trading Buy
• Close 1495, TP 1530
• Boleh buy di level  1445-1495
• Resistance di 1530 & support di 1445
• Waspadai jika tembus di 1445
• Batasi resiko di 1430

PTPP:  Trading Buy
• Close 1865, TP 1925
• Boleh buy di level  1745-1865
• Resistance di 1925 & support di 1745
• Waspadai jika tembus di 1745
• Batasi resiko di 1730

BBCA:  Trading Buy
• Close 26200, TP 26500
• Boleh buy di level  25725-26200
• Resistance di 27125 & support di 25725
• Waspadai jika tembus di 25725
• Batasi resiko di 25600

UNTR:  Trading Buy
• Close 29350, TP 29875
• Boleh buy di level  28775-29350
• Resistance di 29875 & support di 28775
• Waspadai jika tembus di 28775
• Batasi resiko di 28600

Ket.  TP : Target Price


WATCHING ON SCREEN;
BSDE, PTPP, WIKA, ADHI, WSKT, BBNI.

(Disclaimer ON)

Tag : rekomendasi saham
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top