Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Humuss Intermoda Transportasi (HITS) Bidik Pendapatan Naik 21% pada 2019

Emiten pelayaran dan energi PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. membidik kenaikan pendapatan sebesar 21% pada tahun depan, didukung oleh perluasan bisnis perseroan secara organik.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 27 November 2018  |  06:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pelayaran dan energi PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. membidik kenaikan pendapatan sebesar 21% pada tahun depan, didukung oleh perluasan bisnis perseroan secara organik.

Direktur Utama Humpuss Intermoda Transportasi Budi Haryono menyampaikan meski belakangan harga minyak dunia kembali lesu, kondisi itu tidak akan berpengaruh signifikan pada aktivitas operasional perseroan.

“Pada tahun ini, pertumbuhan industri kapal 7%—8%, membaik dari tahun lalu yang sebesar 4,1%. Untuk tahun depan, kami mengalokasikan US$62 juta untuk pembelian 5 buah kapal,” ungkap Budi dalam paparan publik di Jakarta, Senin (26/11/2018).

Budi menyampaikan perseroan akan meggunakan dana yang bersumber dari kas internal dan perbankan dengan prediksi komposisi masing-masing 25% dan 75% untuk alokasi belanja modal tersebut.

Sepanjang tahun ini, perseroan telah menggelontorkan investasi sebesar US$18 juta untuk pembelian 1 unit kapal LNG, US$8,7 juta untuk pembelian kapal oil tanker, dan US$11 juta untuk pembelian LPG Tanker. Perseroan juga menginvestasikan US$20 juta untuk sebuah proyek FSRU.

Selain membidik kenaikan pendapatan pada kisaran 21%, emiten dengan sandi HITS tersebut juga menetapkan target raihan laba periode berjalan pada kisaran 20%.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, Humpuss Intermoda Transportasi membukukan pendapatan usaha sebesar US$59,37 juta pada periode yang berakhir 30 September 2018, meningkat 16,25% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (yoy).

Kontribusi terbesar pendapatan perseroan yaitu sektor LNG sebesar 37%, oil sebesar 28%, dan petrokimia sebesar 21%. Komposisi ini menuju arah seimbang, jika dibandingkan dengan tahun lalu di mana LNG berkontribusi hingga 44%, oil 28% dan petrokimia hanya 15%.

Pada periode tersebut, perseroan membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$10,24 juta, meningkat 110,7% secara yoy.

Berdasarkan audit sementara yang dilakukan perseroan, Budi menyampaikan hingga akhir tahun perseroan diprediksi mengantongi kenaikan pendapatan sebesar 18,5% dan laba periode berjalan di kisaran 26%.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten humpuss
Editor : Ana Noviani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top