AKSI EMITEN: Megaproyek ADHI & WIKA Jalan Terus, PTPP Kantongi Rp35,3 Triliun

Berita mengenai berlanjutnya pengerjaan proyek ADHI & WIKA serta raihan kontrak baru PTPP hingga Oktober 2018 menjadi berita utama media massa hari ini, Jumat (23/11/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 23 November 2018  |  08:59 WIB
AKSI EMITEN: Megaproyek ADHI & WIKA Jalan Terus, PTPP Kantongi Rp35,3 Triliun
Pekerja beraktivitas di proyek yang dikerjakan PT Adhi Karya. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai berlanjutnya pengerjaan proyek ADHI & WIKA serta raihan kontrak baru PTPP hingga Oktober 2018 menjadi berita utama media massa hari ini, Jumat (23/11/2018).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Megaproyek ADHI & WIKA Jalan Terus. PT Adhi Karya (Persero) Tbk. dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. dipastikan dapat melanjutkan pengerjaan proyek masing-masing yang berada di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek. (Binsis Indonesia)

PTPP Kantongi Rp35,3 Triliun. Sepanjang Januari—Oktober 2018, PT PP (Persero) Tbk. telah mengantongi kontrak baru senilai Rp35,3 triliun atau 72,04% dari target yang dibidik pada tahun ini sebesar Rp49 triliun. (Bisnis Indonesia)

Mandat IPO Capai 45 Korporasi. Pipeline calon emiten yang siap melantai di pasar saham Indonesia pada tahun depan mencapai 45 perusahaan atau lebih tinggi dari proyeksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bisnis Idnonesia)

Sentral Mitra Informatika Incar Rp44 Miliar. Calon emiten, PT Sentral Mitra Informatika Tbk. menetapkan harga pelaksanaan penawaran umum perdana saham senilai Rp285 per saham (Bisnis Indonesia)

TOTL Raih 78,6% Target Kontrak Baru. PT Total Bangun Persada Tbk. telah mengantongi kontrak baru Rp3,1 triliun sampai dengan Oktober 2018 atau setara dengan 78,6% dari target Rp4 triliun pada tahun ini. (Bisnis Indonesia)

MNCN Yakin Pendapatan Naik 5%-10%. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) masih optimistis pendapatan tahun ini bisa tumbuh sekitar 5%-10%. Pertimbangannya, iklan melalui media televisi diyakini masih terus meningkat. (Kontan)

Harga IPO Sentra Mitra Rp 285. PT Sentral Mitra Informatika menetapkan harga pelaksanaan initial public offering (IPO) di Rp 285 per saham. Sebelumnya, rentang harga yang ditawarkan calon emiten ini ada di kisaran Rp 260-Rp 310 per saham. (Kontan)

Rasio Utang TCPI Usai Akuisisi Naik. Usai melakukan akuisisi atas PT Kanz Gemilang Utama, tingkat utang PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) terus meningkat. Berdasarkan perhitungan bursa, debt to equity rasio (DER) TCPI naik menjadi 2,12 kali dari 0,75 kali dari sebelum akuisisi. (Kontan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
aksi emiten

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top