Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bitcoin Anjlok ke Bawah US$6.000, Ini Penyebabnya

Harga Bitcoin mengalami penurunan ke bawah US$6.000 untuk pertama kalinya sejak Agustus dan mencapai titik terendahnya dalam lebih dari setahun karena adanya volatilitas dari alternatif perdagangan Bitcoin Cash.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 15 November 2018  |  21:26 WIB
Bitcoin Anjlok ke Bawah US$6.000, Ini Penyebabnya
Ilustrasi Bitcoin diletakkan di atas lembaran uang dolar AS. - REUTERS/Dado Ruvic
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Harga Bitcoin mengalami penurunan ke bawah US$6.000 untuk pertama kalinya sejak Agustus dan mencapai titik terendahnya dalam lebih dari setahun karena adanya volatilitas dari alternatif perdagangan Bitcoin Cash.

Mata uang kripto terbesar di dunia itu mengalami penurunan hampir 15% dengan penurunan terbesar datang hanya dalam kurun waktu 30 menit. Penurunan kali ini mencatatkan yang terbesar sejak Februari.

Bersamaan dengan Bitcoin, rivalnya yang lain dengan nilai lebih kecil seperti Ether, Litecoin, dan Ripple (XRP), ikut mengalami penurunan lebih dari 17%. Adapun, Bitcoin Cash mengalami penurunan hingga 21% karena Bitcoin mengalami perpecahan.

Kepala Mitra Alphabit Fund di Puerto Rico Michael Terpin mengungkapkan bahwa saat ini pasar sedang menantikan harga Bitcoin mencapai titik terbawahnya lagi.

“Para periset dan analis membaca pola pergerakan harganya secara historis, dan mereka mencatatkan ada penurunan kapitulasi terakhir untuk melihat siapa lagi yang akan keluar dari pasar,” ungkapnya, dikutip dari Bloomberg, Kamis (15/11/2018).

Sejumlah trader berspekulasi bahwa investor kemungkinan akan meninggalkan Bitcoin untuk meningkatkan kepemilikan dananya untuk membeli Bitcoin Cash setelah terbelah untuk mengantisipasi kenaikan harga koin digital lain.

Bitcoin anjlok hingga ke posisi US$5.322, terendah sejak Oktober 2017 saat permintaannya melonjak dan mendorong harganya ke US$20.000 pada Desember thaun lalu. Harganya kemudian turun lebih dari 70% dari puncaknya itu.

Pada perdagangan Kamis (15/11) menghijau tipis 10,07 poin atau 0,18% menjadi US$5.561 dan turun 59,26% scara year-to-date (ytd). Pada sesi sebelumnya, harga Bitcoin turun dalam 5 sesi beruntun.

Dua versi perangkat lunak Bitcoin Cash akan berkompetisi bersama dan menjadi blockchain yang dominan pada masa mendatang. Sejumlah penambang diperkirakan beralih dari pertambangan Bitcoin menjadi Bitcoin Cash agar bisa mendapat dana pinjaman untuk mendukung pembangunna versi satu sama lain.

Ketika berpisah dengan Bitcoin utama pada setahun lalu, Bitcoin Cash memacu percabangan dengan sejumlah pengembang perangkat lunak untuk menghasilkan uang dari percabangan itu dengan mengutak-atik kode komputer dan merilis koin lain dengan mencatut nama ‘Bitcoin’.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin
Editor : Pamuji Tri Nastiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top