Pesta Pemilu Kongres AS Mereda, IHSG Reli Hari Ketujuh

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memperpanjang reli penguatannya pada akhir perdagangan hari ketujuh berturut-turut, Rabu (7/11/2018), meskipun sempat terpeleset ke zona negatif.
Renat Sofie Andriani | 07 November 2018 17:42 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/10/2018)./JIBI/Bisnis - Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memperpanjang reli penguatannya pada akhir perdagangan hari ketujuh berturut-turut, Rabu (7/11/2018), meskipun sempat terpeleset ke zona negatif.

IHSG ditutup menguat 0,27% atau 15,96 poin di level 5.939,89, level penutupan tertinggi barunya sejak 1 Oktober. Adapun pada perdagangan Selasa (6/11), IHSG berakhir naik tipis 0,06% atau 3,34 poin di posisi 5.923,93.

Padahal, indeks sempat terpeleset hingga ke level 5.891 meskipun dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,31% atau 18,29 poin di level 5.942,22 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di level 5.891,14 – 5.947,61.

Dari 614 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 203 saham menguat, 173 saham melemah, dan 238 saham stagnan.

Sebanyak enam dari sembilan sektor menetap di wilayah positif, dipimpin properti (+1,90%), aneka industri (+1,48%), dan perdagangan (+0,61%).

Di sisi lain, sektor konsumer yang turun 0,17% memimpin koreksi di antara tiga sektor tersisa sekaligus membatasi penguatan IHSG pada akhir perdagangan.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Astra International Tbk. (ASII) yang masing-masing naik 1,54% menjadi pendorong utama terhadap berlanjutnya reli IHSG.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 juga berhasil mengakhiri pergerakannya di zona hijau pada hari ketujuh beruntun. Indeks Bisnis 27 ditutup naik 0,38% atau 2,02 poin di level 533,17, setelah dibuka dengan penguatan 0,47% di posisi 533,64 pagi tadi.

Indeks saham lain di Asia Tenggara mayoritas juga bergerak di teritori hijau, di antaranya indeks SE Thailand (+0,16%), indeks FTSE Straits Times Singapura (+0,12%), dan indeks FTSE KLCI Malaysia (+0,36%).

Di wilayah lainnya di Asia, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing turun 0,42% dan 0,28%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan berakhir melemah 0,52%.

Indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China juga mengakhiri pergerakan di zona merah masing-masing dengan pelemahan 0,68% dan 0,65%, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong ditutup naik tipis 0,1%.

Sentimen pasar telah bergejolak hampir sepanjang perdagangan di Asia hari ini, seiring dengan fluktuasi prospek bagi Partai Republik untuk mempertahankan kendalinya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) dalam hasil pemilu paruh waktu.

Bursa Asia bahkan sempat terseret pelemahan sejumlah indeks saham utama di Asia menyusul laporan media AS bahwa Partai Demokrat berada di jalur untuk mengambil alih kendali di DPR AS, sedangkan kubu Republik akan mempertahankan dominasinya di Senat.

Pemilu ini dianggap penting bagi para pelaku pasar karena akan memengaruhi kebijakan pemerintah AS di masa mendatang, termasuk mengenai perdagangan dengan China.

Di sisi lain, ini bisa berdampak pada keberlanjutan langkah pemangkasan pajak oleh pemerintahan Trump dan berpotensi menyebabkan penghindaran risiko di pasar.

Langkah pemangkasan pajak secara besar-besaran oleh pemerintahan Trump dan kesepakatan mengenai pengeluaran yang tercapai pada Februari dipandang turut membantu mengangkat perekonomian AS, meskipun juga memperlebar defisit anggaran federal AS.

Namun menjelang sore hari ini, indeks ekuitas dunia MSCI mampu menghijau dan naik 0,3%, sementara indeks saham acuan Eropa melonjak sekitar 1%, berdasarkan data Reuters.

“Kabar baik untuk pasar adalah bahwa ada ketidakpastian yang sekarang telah terhapuskan [dengan diselenggarakannya pemilu paruh waktu],” kata Guy Miller, kepala strategi pasar di Zurich Insurance Group, seperti dikutip Reuters.

“Kita tahu posisi kita selama dua tahun ke depan dan investor akan kembali fokus pada fundamental yakni pertumbuhan kinerja keuangan (perusahaan) dan ekonomi.”

Sebagian besar pelaku pasar juga menyadari bahwa dengan keunggulannya merebut mayoritas kursi di DPR, Partai Demokrat akan memiliki kemampuan untuk menyelidiki keuangan Trump, kemungkinan konflik kepentingan dalam bisnis, ataupun tudingan keterlibatan tim kampanye kepresidenannya dengan Rusia dalam pemilu 2016.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

TLKM

+1,54

ASII

+1,54

BBRI

+1,20

HMSP

+0,79

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

BBCA

-1,23

UNVR

-1,86

CPIN

-3,59

ICBP

-1,97

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top