Investor Cermati Implikasi Hasil Pemilu di AS, Bursa Jepang Tergelincir

Pergerakan dua indeks saham utama di Jepang berakhir tergelincir di zona merah pada perdagangan hari ini, Rabu (7/11/2018), tertekan apresiasi nilai tukar yen saat investor mencermati implikasi hasil pemilu paruh waktu di Amerika Serikat (AS).
Renat Sofie Andriani | 07 November 2018 15:15 WIB
Bursa Jepang - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan dua indeks saham utama di Jepang berakhir tergelincir di zona merah pada perdagangan hari ini, Rabu (7/11/2018), tertekan apresiasi nilai tukar yen saat investor mencermati implikasi hasil pemilu paruh waktu di Amerika Serikat (AS).

Indeks Topix berakhir turun 0,42% atau 6,92 poin di level 1.652,43, setelah mampu rebound dan ditutup menguat 1,16% atau 18,96 poin di posisi 1.659,35 pada Selasa (6/11).

Berdasarkan data Bloomberg, dari 2.106 saham pada indeks Topix, 935  saham di antaranya menguat, 1.094 saham melemah, dan 77 saham stagnan.

Saham Daikin Industries Ltd. dan Honda Motor Co. Ltd. yang masing-masing turun 5,68% dan 2,65% menjadi penekan utama atas koreksi Topix pada akhir perdagangan hari ini.

Sejalan dengan Topix, indeks Nikkei 225 ditutup terkoreksi 0,28% atau 61,95 poin di level 22.085,80, setelah rebound dan berakhir dengan penguatan 1,14% atau 248,76 poin di posisi 22.147,75 pada Selasa (6/11).

Sebanyak 71 saham menguat dan 154 saham melemah dari 225 saham pada indeks Nikkei. Saham Daikin Industries Ltd. (-5,68%), Kyocera Corp. (-3,30%), dan FANUC Corp. (-1,56%) membebani pergerakan indeks Nikkei 225 hari ini.

Di sisi lain, nilai tukar yen terpantau menguat 0,39 poin atau 0,34% ke level 113,04 yen per dolar AS hari ini pukul 14.33 WIB, setelah berakhir terdepresiasi 0,21% atau 0,24 poin di posisi 113,43 pada Selasa (6/11).

Dilansir Bloomberg, dolar AS tertekan terhadap mayoritas mata uang utama lainnya saat investor mencermati implikasi yang timbul pada pasar dari hasil pemilu paruh waktu di Kongres AS.

Dengan Partai Demokrat di jalur untuk memenangkan mayoritas kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Partai Republik secara efektif meraih kendali di Senat, prospek tampak terbagi untuk pemerintahan AS.

Hasil tersebut menurunkan peluang bagi inisiatif fiskal utama mana pun oleh pemerintahan Presiden Donald Trump, yang mungkin telah memberikan dorongan untuk imbal hasil AS dan greenback sebelumnya.

Sejumlah media setempat di antaranya NBC dan Fox News melaporkan bahwa kubu Demokrat akan mengambil alih kendali di DPR AS, sedangkan hasil di Senat menunjukkan bahwa pihak Republik akan mempertahankan mayoritas kursinya.

“Kita masih memiliki ketidakpastian dalam jumlah yang wajar di pasar,” kata Nick Twidale, chief operating officer untuk Rakuten Securities Australia Pty., seperti dikutip Bloomberg.

“Saya tidak yakin hasil ini akan secara alami positif bagi sentimen investor, tetapi kita dapat melihat sedikit sesi perdagangan yang 'menyenangkan' sebelum realitas datang.”

Tag : bursa jepang
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top