Rupiah Dongkrak Saham Emiten Perbankan, IHSG Makin Cerah

Saham sejumlah emiten finansial berhasil mendongkrak tenaga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (6/11/2018), sekaligus membukukan reli hari keenam berturut-turut
Renat Sofie Andriani | 06 November 2018 17:29 WIB
Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (19/10/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Saham sejumlah emiten finansial berhasil mendongkrak tenaga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (6/11/2018), sekaligus membukukan reli hari keenam berturut-turut.

Meski dibuka dengan penguatan 0,37% atau 21,73 poin di level 5.942,32 pagi tadi, pergerakan indeks terpantau bergerak fluktuatif antara zona hijau dan merah di level 5.886,21 – 5.926,63 hingga menjelang tutup dagang.

Namun IHSG berhasil kembali bertenaga pada saat paling menentukan dengan ditutup naik tipis 0,06% atau 3,33 poin di level 5.923,93, setelah berakhir menguat 0,24% atau 14,30 poin di posisi 5.920,59 pada perdagangan Senin (5/11).

Dari 613 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 198 saham menguat, 189 saham melemah, dan 226 saham stagnan.

Sebanyak lima dari sembilan sektor menetap di wilayah positif, dipimpin tambang (+1,07%), properti (+0,96%), dan finansial (+0,75%).

Di sisi lain, sektor aneka industri dan konsumer yang masing-masing melemah 1,66% dan 1,22% berakhir di zona merah bersama dua sektor lainnya sekaligus membatasi kenaikan IHSG.

Sejumlah saham finansial yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang masing-masing naik 1,83% dan 0,93% menjadi pendorong utama terhadap berlanjutnya reli IHSG pada akhir perdagangan hari ini.

Penguatan sektor finansial di antaranya didorong apresiasi tajam nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Mata uang Garuda hari ini berakhir menguat tajam 173 poin atau 1,16% ke level Rp14.804 per dolar AS.

Dilansir Bloomberg, rupiah melonjak ke level penutupan terkuatnya dalam lebih dari dua bulan sekaligus memimpin penguatan di antara mata uang emerging market di Asia, saat aksi beli oleh investor asing terus mengalir deras ke saham-saham di dalam negeri.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing membukukan aksi beli bersih atau net buy senilai sekitar Rp1,06 triliun pada perdagangan hari ini, yang merupakan aksi beli bersih hari kesembilan beruntun.

“Salah satu mata uang emerging market yang paling terpukul dalam beberapa bulan terakhir adalah rupiah, dan di kondisi saat ini tidak mengejutkan untuk melihatnya memulihkan sebagian pelemahannya,” kata Nick Twidale, chief operating officer di Rakuten Securities, seperti dikutip Bloomberg.

Menurutnya, rupiah dapat bergerak resistance terhadap dolar AS di kisaran level Rp14.800—Rp14.900.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 berhasil mengakhiri pergerakannya di zona hijau pada hari keenam beruntun. Meski tak signifikan, indeks Bisnis 27 mampu menambah kenaikannya sebesar 0,01 poin dan ditutup di level 531,15, setelah berakhir naik 0,14% di posisi 531,14 pada Senin (5/11).

Indeks saham lain di Asia cenderung menunjukkan arah yang variatif, di antaranya indeks SE Thailand yang naik 0,04% dan indeks PSEi Filipina yang turun 0,46%.

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang mampu rebound dan mengakhiri pergerakannya dengan kenaikan masing-masing sebesar lebih dari 1%. Indeks Hang Seng Hong Kong dan Kospi Korea Selatan ikut rebound, masing-masing berakhir dengan kenaikan 0,72% dan 0,61%.

Sebaliknya, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China memperpanjang pelemahannya dengan masing-masing ditutup turun 0,23% dan 0,60%, di tengah kekhawatiran investor atas potensi dampak bursa saham baru untuk perusahaan-perusahaan teknologi.

Secara keseluruhan, bursa saham Asia melanjutkan kenaikannya pada perdagangan hari ini, dengan indeks saham acuan regional menanjak untuk hari kelima dari enam sesi terakhir. Tetap saja, para pelaku pasar cenderung berjaga-jaga menantikan hasil pemilu paruh waktu di Amerika Serikat (AS) pada hari ini waktu setempat.

Menurut Evan Lie Hadiwidjaja, kepala riset di PT Sinarmas Sekuritas, hasil tersebut dapat menentukan titik yang penting dalam mengurangi sebagian ketidakpastian dalam pasar, terutama terkait isu perdagangan.

“Berkurangnya intensitas eskalasi retorika perang dagang akan secara signifikan mengurangi risiko pertumbuhan tentang China dan negara-negara lain di Asia,” ujarnya memperkirakan.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BBRI

+1,83

BBCA

+0,93

UNTR

+2,60

BBNI

+1,97

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

HMSP

-3,32

ASII

-1,82

TCPI

-6,35

INDF

-2,51

Sumber: Bloomberg

 

Tag : IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top