MGRO Optimis Laba Tumbuh 56,3%

PT Mahkota Group Tbk. (MGRO), emiten kelapa sawit asal Sumatera Utara, kembali membukukan kinerja yang positif pada kuartal III/2018 sehingga mampu menjaga tren perbaikan kinerja sepanjang tahun 2018.
Ropesta Sitorus | 05 November 2018 16:55 WIB
Direktur Utama PT Mahkota Group Tbk. Usli Asri (ketiga kanan), Direktur PT Mahkota Group Tbk. Fuad Halimoen (kedua kanan), Direktur PT Mahkota Group Tbk. Usman Asri (paling kiri), Direktur PT Mahkota Group Tbk. Nagian Toni (paling kanan) dan jajaran direksi lainnya berfoto bersama usai due diligence di JW Marriott Hotel, Medan, Rabu (4/7). - Bisnis/Ropesta Sitorus

Bisnis.com, MEDAN – PT Mahkota Group Tbk. (MGRO), emiten kelapa sawit asal Sumatera Utara, kembali membukukan kinerja yang positif pada kuartal III/2018 sehingga mampu menjaga tren perbaikan kinerja sepanjang tahun 2018.

Berdasarkan laporan yang dilansir PT Panin Sekuritas Tbk, Senin (5/11/2018), MGRO mencatatkan pendapatan sebesar Rp633 miliar pada akhir kuartal III/2018, realisasi itu tumbuh 31,6% secara year on year (YoY).

Sejalan dengan itu, capaian laba bersih juga melebihi target semula yakni sebesar Rp63 miliar, membaik dibandingkan dengan kondisi rugi pada kuartal II/2018 sebesar Rp18 miliar.

Secara kumulatif, total pendapatan dalam sembilan bulan pertama tahun 2018 menjadi Rp1,5 triliun dengan laba bersih sebesar Rp45 miliar, membaik jika dibandingkan dengan rugi pada periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp17 miliar.

“Menyusul hasil positif dari kinerja perseroan ini, kami menaikkan estimasi laba bersih kami pada 2018 menjadi Rp63 miliar atau tumbuh 56,3% dan pada 2019 sebesar Rp119 miliar, tumbuh 14,2%,” demikian dilaporkan Panin Sekuritas.

Revisi laba naik tersebut didorong sejumlah faktor yakni membaiknya marjin perseroan akibat penurunan harga beli bahan baku TBS, serta economies of scales seiring peningkatan volume produksi dan cost efficiency.

Faktor-faktor tersebut merupakan penopang kenaikan kinerja perseroan yang cukup signifikan. Sebagai gambaran, volume penjualan CPO (crude palm oil) dan PK (palm kernel) naik 68,7% dan 60,2% dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ). Secara total volume penjualan CPO dan PK pada Januari – September 2018 naik 34,0% dan 36,2% (YoY).

Meskipun demikian, harga jual rata-rata CPO dan PK pada kuartal III/2018 turun 11% dan 5% dari kuartal sebelumnya, sehingga harga jual rata-rata CPO dan PK pada 9 bulan pertama tahun ini turun 9% dan 14% (YoY).

Dari sisi marjin laba kotor dan laba operasi pada kuartal III/2018 ada kenaikan menjadi dua digit, masing-masing sebesar 18,7% dan 14,2%. Sebagai perbandingan, pada kuartal sebelumnya marjin laba kotor dan laba operasi hanya sebesar 6,4% dan 0,8%.

Kenaikan marjin laba itu didorong oleh penurunan harga beli bahan baku tandan buah segar (TBS) sebesar 20,4% secara kuartalan menjadi Rp1.225 per kg, serta faktor economic of scales, di mana peningkatan volume produksi mendorong penurunan fixed cost per unit.

Produksi CPO dan PK pada kuartal III/2018 mencapai 49,9% (QoQ) dan 52,1% (QoQ) menjadi 69 kton dan 20kton. Peningkatan produksi didorong oleh high crop cycle alias masa panen raya yang meningkatkan pembelian bahan baku TBS sebesar 392 kton atau tumbuh 55,% (YoY). Total pembelian bahan baku TBS dalam Januari – September 2018 mencapai 871 kton, naik 38,8% (YoY).

Meskipun demikian, produksi pada kuartal akhir 2018 akan mengalami penurunan dibanRedingkan kuartal III/2018 akibat lower crop cycle.

Kepada Bisnis, Direktur Utama PT Mahkota Group Tbk. Usli Sarsi menyatakan kinerja positif yang sejalan dengan peningkatan hasil panen tandan buah segar sawit, diperkirakan masih akan terus terjadi hingga akhir tahun, bahkan pada kuartal awal 2019.

“Kami optimistis laba bersih sampai akhir tahun bisa di atas Rp60 miliar. Pencapaian laba kami mayoritas efek dari peningkatan TBS akibat masa panen yang lebih panjang, hal itu membuat  volume lebih tinggi sekaligus efisiensi biaya karena produktivitas yang lebih maksimal,” ujarnya, belum lama ini.

MGRO merupakan perusahaan perkebunan yang bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit seperti CPO dan PK. Perusahaan yang berdiri sejak 2011 itu memiliki empat anak usaha dan mulai melantai di bursa efek sejak Juli 2018.

Perseroan akan berekspansi dengan membangun pabrik refinery (untuk produk minyak goreng dan turunan lainnya) dan serta Kernel Crushing Plant (pabrik inti kelapa sawit) lewat anak usaha.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mahkota grup, kinerja emiten

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup