Yen Bergerak Positif, Harga Karet Tertekan

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif April 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup melemah 1,04% atau 1,70 poin di level 161,30 yen per kg.
Aprianto Cahyo Nugroho | 01 November 2018 14:27 WIB
Petani menoreh pohon karet di kawasan perkebunan kebun karet Jawi jawi, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Rabu (5/7). - ANTARA/Abriawan Abhe

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet di bursa komoditas Jepang ditutup melemah pada perdagangan Kamis (1/11/2018), di tengah penguatan nilai tukar yen terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif April 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup melemah 1,04% atau 1,70 poin di level 161,30 yen per kg.

Harga karet kontrak April 2019 mengakhiri penguatan dua hari berturut-turut setelah pada perdagangan Rabu (31/10) berakhir dengan kenaikan 0,49% di posisi 163 yen per kg.

Sementara itu, nilai tukar yen terpantau menguat 0,12% atau 0,13 poin ke level 112,81 per dolar AS pada pukul 14.02 WIB.

“Sentimen yang mendasari (pergerakan harga) masih lemah karena perang perdagangan antara AS-China menekan pertumbuhan ekonomi di China,” ungkap Hideshi Matsunaga, analis Sunward Trading, seperti dikutip Bloomberg.

Matsunaga melanjutkan, tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar bahwa permintaan juga akan melemah di China.

Di sisi lain, harga karet di bursa komoditas Shanghai terpantau stagnan setelah mampu bergerak di zona hijau sepanjang perdagangan.

Karet di Shanghai Futures Exchange untuk kontrak Januari 2018 terpantau stagnan di posisi 11.220 yuan per kg, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,09% atau 0,1 poin ke level 11.230.

Pergerakan Harga Karet Kontrak April 2019 di Tocom

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

1/11/2018

161,30

-1,04%

31/10/2018

163,00

+0,49%

30/10/2018

162,20

+0,12%

29/10/2018

162,00

-2,59%

Sumber: Bloomberg

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga karet

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top