Harga Batu Bara Turun Lebih dari 1%

Harga batu bara turun lebih dari 1% pada akhir perdagangan Rabu (31/10/2018).
Renat Sofie Andriani | 01 November 2018 07:52 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara turun lebih dari 1% pada akhir perdagangan Rabu (31/10/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Januari 2019 berakhir merosot 1,86% atau 2 poin di level US$105,35 per metrik ton.

Harga batu bara kontrak Januari turun untuk hari kedua berturut-turut setelah ditutup melorot 0,92% atau 1 poin di posisi 107,35 pada Selasa (30/10).

Di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak teraktif Januari 2019 ikut berakhir turun lebih dari 1% sebesar 1,23% atau 1,20 poin di level 96,65, setelah ditutup melemah 0,96% atau 0,95 poin di posisi 97,85 pada Selasa (30/10).

Sementara itu di Zhengzhou Commodity Exchange, harga batu bara thermal untuk pengiriman Januari 2019 ditutup turun 0,38% atau 2,4 poin di level 635 yuan per metrik ton pada perdagangan kemarin.

“Harga spot di pelabuhan-pelabuhan telah memperpanjang pelemahan, dengan acuan Qinhuangdao turun untuk hari ketujuh menjadi 646 yuan per ton pada Selasa,” jelas China Coal Transport & Distribution Association dalam risetnya, seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, minyak mentah mengakhiri Oktober dengan kinerja terburuknya dalam lebih dari dua tahun terakhir akibat kekhawatiran bahwa ekonomi global akan melambat.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember 2018 ditutup melemah 1,3% atau 0,87 poin di level US$65,31 per barel di New York Mercantile Exchange pada perdagangan Rabu (31/10).

Adapun minyak Brent untuk bulan Desember ditutup melemah 0,44 poin di posisi US$75,47 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London.

Dilansir Bloomberg, pelemahan ekuitas global dan perang perdagangan AS-China menggerakkan kekhawatiran pertumbuhan permintaan. Data pasokan AS juga menunjukkan kenaikan mingguan keenam berturut-turut dalam persediaan minyak mentah domestik.

“Ada perasaan bahwa ekonomi global mengalami sedikit perlambatan dan permintaan pada 2019 tidak cukup kuat seperti yang telah terjadi selama beberapa tahun terakhir,” ungkap Brian Kessens, yang membantu mengelola aset energi senilai US$16 miliar di Tortoise, seperti dikutip Bloomberg.

Selain kekhawatiran permintaan, pelaku pasar juga menantikan dampak dari sanksi terhadap Iran yang akan berlaku 4 November, dengan banyak yang memiliki pandangan bahwa Arab Saudi dan OPEC akan memompa cukup banyak minyak untuk mengisi kekurangan pasokan.

“Di sisi permintaan, ada ketakutan besar dan ini adalah faktor yang masuk akal untuk dikhawatirkan. Ada potensi resesi yang akan menggerogoti PDB, dan tentu saja, PDB dan permintaan minyak global memiliki korelasi yang cukup baik,” kata Stewart Glickman, analis energi di CFRA Research.

Energy Information Administration (EIA) melaporkan stok minyak mentah AS naik 3,22 juta barel pekan lalu, sedangkan pasokan distilasi dan bensin menurun. Data juga menunjukkan tingkat pemanfaatan kilang meningkat untuk pekan kedua berturut-turut, menandakan pemeliharaan musiman akan segera berakhir.

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2019 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

31 Oktober

105,35

(-1,86%)

30 Oktober

107,35

(-0,92%)

29 Oktober

108,35

(+0,05%)

26 Oktober

108,30                   

(-3,04%)

25 Oktober

111,70

(-0,27%)

Sumber: Bloomberg

Tag : harga batu bara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top