KUARTAL III/2018: Kinerja Indofood (INDF) Tertekan Segmen Agribisnis

Entitas bisnis Grup Salim, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. mencatatkan laba periode tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp2,81 triliun hingga September 2018, atau terkontraksi 13,8% year on year, dari posisi Rp3,26 triliun.
Novita Sari Simamora | 31 Oktober 2018 09:57 WIB
Direktur Utama dan CEO Indofood Sukses Makmur Anthoni Salim.

Bisnis.com, JAKARTA--Entitas bisnis Grup Salim, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. mencatatkan laba periode tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp2,81 triliun hingga September 2018, atau terkontraksi 13,8% year on year, dari posisi Rp3,26 triliun.

Adapun, penjualan bersih emiten bersandi saham INDF hingga September 2018 senilai Rp54,74 triliun, naik 3,04% dari posisi Rp53,12 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. INDF memiliki tiga segmen penjualan.

Hingga September 2018, penjualan INDF paling banyak berasal dari produk konsumen bermerek senilai Rp29,02 triliun. Lalu disusul oleh penjualan dari segmen Bogasari dan agribisnis masing-masing senilai Rp12,52 triliun dan Rp8,81 triliun.

Dari tiga segmen tersebut, hanya segmen agribisnis yang mencatatkan penurunan hingga 17,12% year on year dari posisi Rp10,63 triliun pada September 2017.

"Secara umum, harga CPO tetap menjadi tantangan bagi kinerja kami. Sebagai catatan yang positif, kami tetap dapat meraih pertumbuhan penjualan di periode 9 bulan tahun ini dengan didukung oleh kinerja Grup CBP yang kuat," ungkap Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood dalam keterangan resmi, Rabu (31/10/2018).

DI sisi lain, margin laba bersih perseroan turun menjadi Rp5,2% dari 6,1%. Core profit turun 9,8% menjadi Rp2,93 triliun dari Rp3,25 triliun. Kinerja saham INDF sepanjang tahun ini turun 24,59% menuju level Rp5.750 per saham.

Tag : indofood, kinerja emiten
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top