Sritex (SRIL) Kian Dekati Target Penjualan US$1 Miliar

Emiten tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk. kian mendekati target penjualan senilai US$1 miliar. Dari data yang dirilis, emiten bersandi saham SRIL itu mencatatkan penjualan kotor mencapai US$763,9 juta selama periode Januari-September tahun ini.
Tegar Arief | 30 Oktober 2018 21:39 WIB
CEO PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Iwan Setiawan Lukminto memberikan sambutan, seusai meraih penghargaan Best CEO 2018 dalam acara Bisnis Indonesia Award 2018 bertema Excellent Growth, di Jakarta, Senin (7/5/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk. kian mendekati target penjualan senilai US$1 miliar. Dari data yang dirilis, emiten bersandi saham SRIL itu mencatatkan penjualan kotor mencapai US$763,9 juta selama periode Januari-September tahun ini.

Capaian tersebut meningkat sebesar 33,41% dibandingkan torehan pada periode yang sama tahun lalu. Adapun laba bersih perseroan tercatat tumbuh sebesar 49,3% atau setara dengan US$70,5 juta secara year on year.

"Tahun ini meski banyak sikap wait and see di pasar kami tetap optimis dapat tumbuh double digit diatas industrial average sehingga total penjualan kami menembus US$1 miliar," kata Direktur Keuangan Sri Rejeki Isman Allan Moran Severinno, Selasa (30/10/2018).

Dia menambahkan, perseroan juga akan terus meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi guna menunjang kinerja keuangan. Saat ini, kapasitas produksi SRIL untuk benang (spinning) adalah 1,15 juta bales/tahun dan penenunan (weaving) 180 juta meter/tahun.

Adapun kapasitas produksi kain jadi (finishing) sebesar 240 juta yard/tahun dan apparel (garment) 30 juta potong/tahun. Saat ini tingkat utilisasi produksi untuk spinning 92%, weaving 86%, finishing 82% dan garment 95%.

"Kami terus meningkatkan kapasitas produksi, peningkatan utilisasi produksi, penghematan biaya, meningkatkan efisiensi produksi, memperluas diversifikasi produk serta memperluas jaringan pelanggan," imbuhnya.

Penjualan Ekspor

Perseroan juga terus berkomitmen untuk meningkatkan kinerja ekspor. SRIL menargetkan penjualan ekspor bisa berkontribusi dalam kisaran 56%-58% dari total penjualan pada tahun ini.

Sementara itu, belanda modal alias capex yang dialokasikan perseroan pada tahun ini senilai US$30 juta hingga US$40 juta digunakan untuk pemeliharaan mesin dan bangunan serta penambahan kapasitas di segmen garmen dari 27 juta potong per tahun ke 30 juta potong per tahun.

Angka tersebut diluar biaya akuisisi dua perusahaan yaitu PT Primayudha Mandirijaya dan PT Bitratex Industries sebesar US$85 juta dolar. Akuisisi ini membuat prospek bisnis SRIL menarik pada tahun ini karena pasar ekspor Perusahaan akan meluas terutama di Jepang dan negara-negara lainnya di Amerika Selatan seperti Brazil.

Pada tahun ini, perseroan akan fokus untuk bergerak ke arah yang mengutamakan sustanability. Faktor-faktor seperti sumber daya manusia, sumber daya alam, dan pelestarian lingkungan merupakan fokus yang kami utamakan.

Perseroan meyakini tingkat daya saing perusahaan tekstil di Indonesia tidak kalah dibandingkan negara-negara lain seperti Vietnam dan Bangladesh. Indonesia saat ini baru mengisi 2%-3% dari kebutuhan tekstil global di mana nilai ekspor nasional pada 2017 tercatat US$12,54 miliar.

"Bersama dengan pemerintah kami optimistis target ekspor nasional US$30 miliar pada 2025 dapat tercapai melalui program roadmap yang diadakan dengan Kementerian Perdagangan dalam Dialog Tekstil Nasional 2018."

Tag : kinerja emiten, sritex
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top