Bursa China Melonjak, Pasar Saham Jepang Rebound

Bursa saham Jepang berhasil rebound pada akhir perdagangan hari ini, Senin (22/10/2018), didukung lonjakan yang dialami bursa saham di China.
Renat Sofie Andriani | 22 Oktober 2018 15:59 WIB
Bursa saham Tokyo, Jepang.

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Jepang berhasil rebound pada akhir perdagangan hari ini, Senin (22/10/2018), didukung lonjakan yang dialami bursa saham di China.

Indeks Topix rebound dan berakhir di zona hijau dengan kenaikan 0,15% atau 2,46 poin di level 1.695,31, setelah sempat melanjutkan koreksinya dengan dibuka melemah 0,72% atau 12,24 poin di posisi 1.680,61.

Berdasarkan data Bloomberg, dari 2.097 saham pada indeks Topix, 1.209  saham di antaranya menguat, 788 saham melemah, dan 100 saham stagnan.

Saham Shiseido Co. Ltd. dan Murata Manufacturing Co. Ltd. yang masing-masing naik 4,29% dan 1,56% menjadi pendongkrak utama atas rebound Topix pada akhir perdagangan hari ini.

Sejalan dengan Topix, indeks Nikkei 225 rebound dan berakhir di zona hijau dengan kenaikan 0,37% atau 82,74 poin di level 22.614,82, setelah sempat melanjutkan koreksinya dengan dibuka melemah 0,70% atau 157,87 poin di posisi 22.374,21.

Sebanyak 140 saham menguat, 80 saham melemah, dan 5 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei. Saham Fast Retailing Co. Ltd. (+0,95%), Tokyo Electron Ltd. (+2,17%), dan Shiseido Co. Ltd. (+4,29%) mendorong rebound indeks Nikkei 225 hari ini.

Di sisi lain, nilai tukar yen terpantau lanjut melemah 0,17 poin atau 0,15% ke level 112,70 yen per dolar AS pada pukul 15.07 WIB, setelah berakhir terdepresiasi 0,33 poin atau 0,29% di posisi 112,53 pada Jumat (19/10).

Dilansir Bloomberg, bursa saham Jepang berhasil rebound dari pelamahannya, setelah penguatan pada bursa saham China membantu meredakan kekhawatiran pasar tentang bagaimana pengenaan tarif akan memengaruhi laba perusahaan.

Bursa saham China mencatatkan kenaikan terbesar dalam lebih dari dua tahun setelah sejumlah pejabat tinggi menawarkan dukungan bagi perjuangan sektor swasta di negara tersebut.

Wakil Perdana Menteri China Liu He, yang mengawasi ekonomi dan sektor keuangan, bergabung dengan Kepala China Securities Regulatory Commission, China Banking and Insurance Regulatory Commission, dan People's Bank of China dalam pernyataan terkoordinasi untuk menggalang kepercayaan investor di tengah kemerosotan pasar.

“Penguatan dalam ekuitas China tampaknya menunjukkan bahwa ada investor yang merasa lebih optimistis tentang ekonomi,” ujar Masahiro Ichikawa, pakar strategi senior di Sumitomo Mitsui Asset Management Co. di Tokyo.

Indeks Shanghai Composite China hari ini berakhir melonjak 4,09% atau 104,41 poin di level 2.654,88. Adapun indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham blue chip ditutup melonjak 4,32% atau 135,33 poin di level 3.270,27.

Yang Hai, seorang analis di Kaiyuan Securities di Xi'an, mengatakan pernyataan dukungan memberi fondasi untuk rebound setelah kemerosotan yang disebabkan oleh sejumlah faktor termasuk perang perdagangan China-AS dan penyesuaian ekonomi domestik.

"Kami melihat kemungkinan besar bahwa pasar A-share akan memasuki periode rebound," kata Yang dalam sebuah riset. Dia menambahkan bahwa pemotongan pajak yang direncanakan dan pelepasan pengurangan pajak penghasilan individu dapat sangat mendukung bank, asuransi dan perusahaan konsumen.

Tag : bursa china, bursa jepang
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top