Restrukturisasi Utang, AISA Tunggu Investor Baru

PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. membeberkan adanya investor baru yang siap masuk untuk memperkuat bisnis sekaligus merestrukturisasi utang perseroan.
Novita Sari Simamora | 19 Oktober 2018 21:01 WIB
Presiden Direktur PT Tiga Pilar Sejahtera Food TBK Stefanus Joko Mogoginta (tengah) bersama Direktur Budhi Istanto Suwito (kiri) dan Chief Finance Officer Sjambiri Lioe (kanan) - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA--PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. membeberkan adanya investor baru yang siap masuk untuk memperkuat bisnis sekaligus merestrukturisasi utang perseroan.

Head of Corporate Finance Tiga Pilar Sejahtera Food Yulianni Liyuwardi mengatakan, belum akan menyebutkan identitas investor yang akan masuk ke perseroan.

Namun, rencana masuknya investor baru tersebut sudah disampaikan kepada pemegang saham.

"Calon investor yang bersama-sama dengan manajemen di bawah kepemimpinan Stefanus Joko Mogoginta [Direktur Utama Tiga Pilar sebelum RUPST 2017], akan melakukan restrukturisasi secra menyeluruh," ungkapnya di Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Seperti diketahui, emiten bersandi saham AISA memiliki sukuk ijarah dan obligasi dengan total Rp2,1 triliun yang memiliki peringkat idD dari Pefindo, karena gagal bayar kupon.

Terkait dengan struktur investor baru, katanya, masih dalam proses pembicaraan dengan pemegang saham. Menurutnya, investor baru tersebut akan membantu perseroan dalam proses restrukturisasi utang di Grup Tiga Pilar Sejahtera.

Dalam laporan keuangan, perseroan mencatatkan penjualan bersih senilai Rp4,92 triliun pada 2017, atau menyusut sekitar 24% dari posisi Rp6,54 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun divisi makanan ringan perseroan pada 2017 berhasil membukukan penjualan bersih senilai Rp2,55 triliun, tumbuh 2,24% atau sebesar Rp55,89 miliar jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Rp2,49 triliun.

Secara keseluruhan, kontribusi yang diberikan divisi makanan ringan terhadap total penjualan konsolidasi Perseroan mencapai 51,89%.

Lalu kontribusi penjualan divisi beras berkontribusi sebesar 48,11%, dengan nilai Rp2,36 triliun per 2017, atau menurun 40,99% dari 2016 yang tercatat memiliki penjualan sebesar Rp4,01 triliun.

Penurunan penjualan divisi beras perseroan merupakan imbas dari penggrebekan gudang beras yang dilakukan pemerintah pada pertengahan 2017.

Kini AISA berencana menjual pabrik beras. Penjualan pabrik beras dilakukan untuk melunasi utang sukuk ijarah dan obligasi perseroan.

Pada 22 Oktober 2018, AISA akan  melakukan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) 

Tag : kinerja emiten, tiga pilar sejahtera food
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top