Harga Saham ASRI Cenderung Tertekan

Saham PT Alam Sutera Realty Tbk masih cenderung dalam tekanan yang tampak dari pergerakan harga hingga penutupan kemarin dengan pelemahan 10 poin atau 3,62% di level Rp266 dari hari sebelumnya pada posisi Rp276. Meskipun demikian, perusahaan masih memiliki potensi peningkatan kinerja dari beberapa langkah strategi pemasaran yang tengah dijalankan.
Dyah Ayu Kartika | 11 Oktober 2018 17:53 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Saham PT Alam Sutera Realty Tbk masih cenderung dalam tekanan yang tampak dari pergerakan harga hingga penutupan kemarin dengan pelemahan 10 poin atau 3,62% di level Rp266 dari hari sebelumnya pada posisi Rp276. Meskipun demikian, perusahaan masih memiliki potensi peningkatan kinerja dari beberapa langkah strategi pemasaran yang tengah dijalankan.

Sepanjang hari ini, harga saham emiten berkode ASRI itu bergerak di zona merah dengan harga terendah pada Rp260. Indeks konstruksi, properti dan realestat juga ditutup melemah 7,58 poin ke level Rp402,62 dibandingkan penutupan bursa hari kemarin (10/10).

Selain itu, IHSG juga terkoreksi cukup dalam 2,02% ke level Rp5.702,82 dari hari sebelumnya akibat dampak dari pelemahan bursa saham global secara serentak.

Kinerja keuangan ASRI pada semester I/2018 dari sisi pendapatan sebenarnya cukup baik dengan kenaikan 30,32% menjadi Rp2,1 triliun dari periode yang sama tahun 2017 hanya Rp1,68 triliun. Namun, sejalan dengan kenaikan pendapatan, beban usaha perusahaan juga mengalami kenaikan 24,01% (yoy) menjadi Rp230,63 miliar. Kenaikan ini berimbas kepada laba bersih ASRI yang melemah 26,87% menjadi Rp517 miliar jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, kinerja ASRI ke depan berpotensi menguat salah satunya berasal dari pengembangan kawasan strategis Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali dan properti di sekitarnya serta pertemuan International Monetary Fund (IMF) di Bali juga diyakini mampu mendongkrak kinerja emiten ini.

Sampai dengan September 2018, ASRI meraih marketing sales sebesar Rp3,62 triliun atau setara 90,5% dari target perusahaan tahun 2018 sebesar Rp4 triliun. Berbagai upaya dilakukan ASRI agar target marketing sales 2018 terpenuhi juga dilakukan dengan mengandalkan penjualan produk-produk exsisting.

Produk Baru

Tidak hanya itu perusahaan juga akan meluncurkan dua produk baru di semester II/2018 ini yaitu di Kawasan Alam Sutera Serpong dan Suvarna Sutera. Dua proyek tersebut diperkirakan mampu menambah pendapatan ASRI masing-masing sekitar Rp600 miliar dan Rp700 miliar.

Harga saham ASRI cenderung lebih murah dengan P/E ratio sebesar 5,02 kali jika dibandingkan dengan indeks konstruksi, properti dan realestat dengan P/E ratio 10,82 kali.

Dari sisi teknikal, harga saham ASRI di tutup di bawah kurva MA 200 dan berisiko tertekan dalam jangka pendek. Di sisi lain Indikator Relative Strength Index menunjukkan saham ASRI berada di level 30,92 dan cenderung mengarah ke area oversold.

Sumber: Bloomberg

*) Dyah Ayu Kartika, analis Bisnis Indonesia Resources Center

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Aprillian Hermawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top