Kurs Jisdor Melemah ke 15.133, Rupiah Kian Gontai di Pasar Spot

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp15.133 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Kamis (4/10/2018).
Renat Sofie Andriani | 04 Oktober 2018 10:54 WIB
Karyawan menghitung uang rupiah di sebuah money changer di Jakarta, Selasa (4/9/2018). - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp15.133 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Kamis (4/10/2018).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini terpantau menempatkan kurs referensi Jisdor di Rp15.133 per dolar AS, melemah 45 poin atau 0,29% dari posisi Rp15.088 pada Rabu (3/10/2018).

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 82 poin atau 0,54% ke level Rp15.157 per dolar AS pada pukul 09.59 WIB.

Mata uang Garuda sebelumnya dibuka dengan pelemahan 45 poin atau 0,30% di level Rp15.120 per dolar AS. Adapun pada perdagangan Rabu (3/10/2018), rupiah berakhir melemah 32 poin atau 0,21% di posisi Rp15.075 per dolar AS.

Di sisi lain, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau lanjut menguat 0,34% atau 0,328 poin ke level 96,090 pada pukul 10.08 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan 0,255 poin atau 0,27% di level 95,762, setelah pada perdagangan Rabu (3/10) berakhir menguat 0,27% atau 0,255 poin di posisi 95,762, kenaikan enam hari beruntun.

Dikutip dari risetnya hari ini, Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail memperkirakan pergerakan dolar AS akan menguat di level 95,7-96,0 terhadap sejumlah mata uang utama di dunia.

Dipaparkan, nilai tukar euro masih mengalami pelemahan terhadap dolar AS seiring pernyataan sejumlah politisi di Italia untuk mendorong Italia keluar dari Euro untuk memperbaiki kondisi ekonomi negara tersebut.

Pada saat yang sama, data tenaga kerja di AS turut membantu penguatan dolar AS. Tercatat, penyerapan tenaga kerja di sektor swasta AS naik menjadi 230 ribu orang pada September, lebih tinggi dibandingkan Agustus sebesar 168 ribu.

Angka tersebut juga lebih tinggi dari ekspektasi ekonom sebesar 185 ribu, sekaligus merupakan yang tertinggi sejak Februari lalu.

Sementara itu, harga minyak yang kembali naik ke level US$76 per barel kemungkinan juga turut membebani rupiah hari ini.  

“Rupiah diperkirakan melemah di level Rp15.070-Rp15.100 per dolar AS seiring penguatan indeks dolar AS tersebut,” tulis Ahmad.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

4 Oktober

15.133

3 Oktober

15.088

2 Oktober

14.988

1 Oktober

14.905

28 September

14.929

Sumber: Bank Indonesia

Tag : jisdor
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top