AKSI EMITEN 28 SEPTEMBER: BIPI Optimistis Raup Laba US$40 Juta, IPCC Gencar Racik Ekspansi

Berita terkait target laba bersih PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. serta langkah ekspansi PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. menjadi sorotan media nasional hari ini, Jumat (28/9/2018).
Renat Sofie Andriani | 28 September 2018 09:40 WIB
BEJ/Ilustrasi/Antara/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA – Berita terkait target laba bersih PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. serta langkah ekspansi PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. menjadi sorotan media nasional hari ini, Jumat (28/9/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

Pembayaran LRT Tambal Arus Kas WSKT. Defisit arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi PT Waskita Karya (Persero) Tbk. diproyeksikan menyusut dari posisi Rp3,03 triliun pada semester I/2018 sejalan dengan masuknya pembayaran pekerjaan light rail transit Sumatra Selatan tahap keempat. (Bisnis Indonesia)

BIPI Optimistis Raup Laba US$40 Juta. Emiten infrastruktur pertambangan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) menargetkan laba bersih pada 2018 mencapai US$40 juta yang berasal dari jasa pengangkutan batu bara dan pelabuhan. (Bisnis Indonesia)

MYRX Undang Investor Asing. Emiten properti, PT Hanson International Tbk. berencana menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan terlebih dahulu atau rights issue dengan target hingga Rp16 triliun untuk mendanai pembangunan proyek raksasa Grand Jakarta. (Bisnis Indonesia)

IPCC Gencar Racik Ekspansi. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. bakal merampungkan sejumlah kesepakatan (memorandum of understanding/MoU) pengelolaan sejumlah terminal kendaraan di dalam dan luar negeri sepanjang semester II/2018. (Bisnis Indonesia)

Kapasitas Produksi GDST Membesar. PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk. melakukan berbagai cara demi meningkatkan kapasitas produksi plat baja canai panas. Selain menggelar ekspansi organik, perusahaan tersebut menempuh jalur anorganik. (Kontan)

Hanson Siap Rights Issue Hingga Rp16 T. PT Hanson International Tbk. (MYRX) meraih persetujuan pemegang saham terkait rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan berharap meraup dana sebesar Rp12-16 triliun. (Investor Daily)

Tag : kinerja emiten, aksi emiten
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top