Pasar Saham Jepang Jenuh Beli, Topix & Nikkei 225 Kompak Turun

Pergerakan indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang kompak berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Kamis (27/9/2018), saat pasar menunjukkan tanda-tanda kondisi jenuh beli (overbought).
Renat Sofie Andriani | 27 September 2018 15:27 WIB
Bursa saham Tokyo - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang kompak berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Kamis (27/9/2018), saat pasar menunjukkan tanda-tanda kondisi jenuh beli (overbought).   

Indeks Topix berakhir melemah 21,56 poin atau 1,18% di level 1.800,11, setelah dibuka turun 0,24% atau 4,43 poin di posisi 1.817,24. Pada Rabu (26/9), Topix ditutup turun tipis 0,04% di level 1.821,67, mematahkan rentetan kenaikan tujuh sesi berturut-turut sebelumnya.

Berdasarkan data Bloomberg, dari 2.096 saham pada indeks Topix, 334 saham di antaranya menguat, 1.725 saham melemah, dan 37 saham stagnan.

Saham Recruit Holdings Co. Ltd. dan Murata Manufacturing Co. Ltd. yang masing-masing turun 3,46% dan 5,02% menjadi penekan utama atas pelemahan yang dialami Topix pada perdagangan hari ini.

Sejalan dengan Topix, indeks Nikkei 225 berakhir di zona merah dengan pelemahan sekitar 1% di posisi 23.796,74. Padahal, Nikkei masih mampu melanjutkan kenaikannya pada akhir perdagangan Rabu (26/9) sekaligus mencatat reli delapan sesi berturut-turut. Nikkei naik hingga menembus level 24.000 untuk pertama kalinya sejak Januari kemarin.

Sebanyak 45 saham menguat, 176 saham melemah, dan 4 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei. Saham FANUC Corp. (-3,67%), Tokyo Electron Ltd. (-3,53%), dan Recruit Holdings Co. Ltd. (-3,46%) mendorong pelemahan indeks Nikkei 225 hari ini.

Dilansir dari Bloomberg, indeks Toraku, yang membandingkan jumlah saham-saham yang menguat dan melemah pada Topix, naik ke level 136 pada perdagangan Rabu (26/9), level tertinggi sejak Oktober 2017. Level di atas 120 dinilai menjadi tanda bahwa pasar mengalami overbought.

"Penyimpangan dari rata-rata pergerakan 25 hari dan rasio Toraku semuanya menunjukkan pasar telah overbought,” kata Nobuhiko Kuramochi, kepala informasi investasi di Mizuho Securities Co., Tokyo.

“Dengan Nikkei 225 mendekati puncaknya pada bulan Januari, tidak aneh melihat investor sedikit tarik ulur di sekitar level saat ini.”

Di sisi lain, nilai tukar yen terpantau terapresiasi 0,07 poin atau 0,06% ke level 112,65 yen per dolar AS pada pukul 14.36 WIB, apresiasi untuk hari kedua, setelah berakhir menguat 0,25 poin atau 0,22% di posisi 112,72 pada perdagangan Rabu (26/9).

Sentimen pelemahan nilai tukar yen dan berlanjutnya pertumbuhan laba korporasi telah membantu penguatan bursa saham Jepang sekitar 8% selama dua pekan terakhir.

Tag : bursa jepang
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top