Dolar AS Flat, Tunggu Putusan Suku Bunga the Fed

Dolar Amerika Serikat (AS) bergerak cenderung flat sepanjang perdagangan hari ini, Rabu (26/9/2018), menjelang akhir pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve yang diantisipasi akan memutuskan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Renat Sofie Andriani | 26 September 2018 16:25 WIB
Karyawan memperlihatkan mata uang dolar AS di salah satu bank di Jakarta. - JIIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat (AS) bergerak cenderung flat sepanjang perdagangan hari ini, Rabu (26/9/2018), menjelang akhir pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve yang diantisipasi akan memutuskan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama di dunia naik tipis 0,01% atau 0,008 poin ke level 94,141 pada pukul 15.38 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan 0,031 poin di level 94,164, setelah berakhir turun 0,052 poin atau 0,06% di posisi 94,133.

Dilansir dari Reuters, The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya untuk yang kedelapan kalinya sejak akhir 2015 atau yang ketiga kalinya sepanjang tahun ini dalam pertemuan kebijakan yang berakhir pada hari ini waktu setempat.

Investor juga memperhitungkan satu kali kenaikan suku bunga lebih lanjut sebelum akhir tahun ini. Meski demikian, prospek arah suku bunga untuk tahun 2019 masih belum jelas.

Fokus para pelaku pasar akan tertuju pada prospek kebijakan bank sentral AS tersebut berikut komentar mengenai perselisihan perdagangan global. 

“Kami memperkirakan [The Fed] akan mengisyaratkan adanya penaikan di masa mendatang tetapi juga secara eksplisit mengakui risiko penurunan yang berkaitan dengan kondisi perdagangan dan keuangan internasional,” ujar Hans Redeker, kepala strategi valas global.

Pertemuan kebijakan moneter yang berakhir hari ini, tambahnya, dapat mengangkat dolar AS untuk sementara tetapi belum tentu akan menjadi pendorong dalam jangka panjang.

Dolar AS mengawali tahun ini dengan penurunan, tapi prospek suku bunga yang hawkish dan perang perdagangan AS-China telah menjadikannya safe haven bagi investor.

Namun, dalam beberapa pekan terakhir, dolar telah melemah saat ekonomi di wilayah lain, seperti zona euro, membaik dan bergerak lebih dekat ke arah pengetatan kebijakan moneter.

Menurut Minori Uchida, kepala analis mata uang di MUFG Bank, minat untuk aset berisiko telah meningkat saat dampak tarif AS terhadap barang-barang impor China tampak relatif kecil.

Posisi indeks dolar AS                                                                        

26/9/2018

(Pk. 15.38 WIB)

94,141 (+0,01%)

25/9/2018

94,133 (-0,06%)

24/9/2018

94,185 (-0,04%)

21/9/2018

94,220 (+0,33%)

20/9/2018

93,912 (-0,66%)

Sumber: Bloomberg

Tag : dolar as, Kebijakan The Fed
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top