PREDIKSI IHSG SELASA (25/9/2018): IHSG Masih Betah di Zona Merah? Cermati Rekomendasi Sahamnya

Memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali menekan pergerakan IHSG. Pada perdagangan Senin (24/9), IHSG ditutup melemah 1,27% atau 75,52 poin di level 5.882,22, mematahkan reli penguatan yang mampu dibukukan tiga sesi perdagangan berturut-turut sebelumnya.
Dara Aziliya | 24 September 2018 20:07 WIB
Siluet pengunjung mengamati layar informasi IHSG, di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (17/9/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

IHSG Melanjutkan Pelemahan

Bisnis.com, JAKARTA -- Memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali menekan pergerakan IHSG. Pada perdagangan Senin (24/9), IHSG ditutup melemah 1,27% atau 75,52 poin di level 5.882,22, mematahkan reli penguatan yang mampu dibukukan tiga sesi perdagangan berturut-turut sebelumnya.

Padahal, indeks sempat menyentuh level 5.958 setelah melanjutkan kenaikannya dengan dibuka naik tipis 0,01% atau 0,82 poin. Pada perdagangan Jumat (21/9), IHSG masih berakhir menguat 0,45% atau 26,48 poin di posisi 5.957,74, seiring dengan meredanya gejolak di emerging market akibat perang dagang AS-China.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.876,65 – 5.958,57. Sektor konsumer, tambang dan infrastruktur yang masing-masing melemah 1,59%, 1,56%, dan 1,53% memimpin pelemahan seluruh sembilan sektor pada IHSG.

Dari 602 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 112 saham menguat, 268 saham melemah, dan 222 saham stagnan. Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang turun 3,85% menjadi penekan utama terhadap pelemahan IHSG, diikuti saham BBRI (-3,53%), TLKM (-1,67%), dan BBNI (-3,59%).

Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper menyampaikan bahwa pada perdagangan hari ini, pelemahan IHSG disebabkan oleh perang dagang yang kian memanas setelah Presiden AS Donald Trump resmi memberlakukan tarif sebesar US$200 miliar terhadap barang China.

“Investor masih mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed dan Bank Indonesia 7 Day Repo Rate pada pekan ini. Candle Stick membentuk pola Evening Star mengindikasikan akan melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek,” ungkap Dennies melalui riset.

Dia memprediksi IHSG berlanjut melemah pada perdagangan Selasa (25/9), diakibatkan dampak dari kebijakan pengenaan tarif Trump. Adapun, Artha Sekuritas memprediksi level support IHSG sebesar 5.823—5.825 dan level resistance pada 5.934—5.987. Beberapa saham yang direkomendasikan yaitu ADRO, INCO, PGAS, BBTN, dan INDY.

Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama menyampaikan bahwa MACD sudah berhasil membentuk pola golden cross di area negatif. Sementara itu, Stochastic dan RSI sudah berada di area netral.

“Meskipun demikian, terlihat pola bearish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support,” ungkap Nafan.

Dai memprediksi  IHSG akan berlanjut melemah dengan level support 5.823,89—5.853,05, sedangkan level resistance akan berada pada rentang 5.934,97—5.987,73. Beberapa saham yang dapat diperhatikan yaitu EXCL, HRUM, INKP, MYOR, PGAS, dan WSBP.

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top