AKSI EMITEN 21 SEPTEMBER: Sinarmas Tawarkan DIRE Rp12 Triliun, PSSI Divestasi Aset FLF

Berita terkait rencana realisasi penerbitan DIRE oleh Sinarmas serta divestasi aset floating loading facility oleh PT Pelita Samudera Shipping Tbk. menjadi sorotan media nasional hari ini, Jumat (21/9/2018).
Renat Sofie Andriani | 21 September 2018 09:09 WIB
Aktivitas di BUrsa Efek Indonesia.

Bisnis.com, JAKARTA – Berita terkait rencana realisasi penerbitan DIRE oleh Sinarmas serta divestasi aset floating loading facility oleh PT Pelita Samudera Shipping Tbk. menjadi sorotan media nasional hari ini, Jumat (21/9/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

Sejumlah BUMN Tahan Emisi MTN. Sejumlah BUMN menahan eksekusi emisi surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) di tengah potensi kian terkereknya beban kupon yang harus ditanggung perseroan akibat tren kenaikan suku bunga acuan. (Bisnis Indonesia)

Sinarmas Tawarkan Rp12 Triliun. Di tengah kondisi pasar yang belum kondusif, PT Sinarmas Asset Management siap merealisasikan penerbitan kontrak investasi kolektif berbentuk dana investasi real estat (DIRE) dalam waktu dekat. (Bisnis Indonesia)

PSSI Divestasi Aset FLF. Emiten pelayaran logistik batu bara PT Pelita Samudera Shipping Tbk. mendivestasi aset floating loading facility (FLF) senilai US$12 juta untuk menambah armada tug and barge. (Bisnis Indonesia)

HK Metals Utama Incar Hingga Rp337 Miliar. PT HK Metals Utama Tbk. mengincar dana segar sekitar Rp278,66 miliar—Rp337,33 miliar lewat penawaran umum perdana saham untuk membiayai kebutuhan belanja modal dan modal kerja di level induk dan anak usaha. (Bisnis Indonesia)

ROTI Jaga Pasokan Tepung Terigu. Bukan karena industri manufaktur dalam negeri yang belum terbangun, tapi beberapa bisnis memang mau tak mau bakal mengandalkan produk impor. Sebut saja bisnis makanan yang membutuhkan tepung terigu. Salah satu pelaku industrinya adalah PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (Kontan)

2019, Emisi Surat Utang Diproyeksi Capai Rp120-170 T. Nilai penerbitan surat utang korporasi diproyeksi sebesar Rp120-170 triliun pada 2019. Surat utang itu meliputi obligasi, sukuk, surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN), dan sekuritisasi aset. Sementara itu, akhir tahun ini diperkirakan mencapai Rp130-170 triliun. (Investor Daily)

Tag : kinerja emiten, aksi emiten
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top