Gubernur BoE Sebut China Risiko Bagi Ekonomi Global, Indeks Shanghai Makin Turun

Kekhawatiran seputar isu perang perdagangan semakin membebani kepercayaan investor sekaligus menekan indeks saham utama China pada perdagangan hari ketiga berturut-turut, Rabu (12/9/2018).
Renat Sofie Andriani | 12 September 2018 17:08 WIB
ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Kekhawatiran seputar isu perang perdagangan semakin membebani kepercayaan investor sekaligus menekan indeks saham utama China pada perdagangan hari ketiga berturut-turut, Rabu (12/9/2018).

Indeks Shanghai Composite ditutup melemah 0,33% atau 8,69 poin di level 2.656,11, setelah berakhir turun 0,18% atau 4,68 poin di posisi 2.664,80 pada perdagangan Selasa (11/9).

Adapun indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham bluechip berakhir melemah 0,69% atau 22,19 poin di level 3.202,02, setelah ditutup turun 0,18% di level 3.224,21 pada Selasa.

Pemerintah China menyatakan keinginannya kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk menerapkan sanksi senilai US$7 miliar per tahun kepada Amerika Serikat (AS) sebagai pembalasan atas ketidakpatuhanpada putusan dalam sengketa atas bea dumping AS.

Secara terpisah, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa Amerika Serikat mengambil sikap keras terhadap China.

Pertukaran retorika antara kedua pemerintahan bertambah setelah Wakil Perdana Menteri China Hu Chunhua hari ini menyatakan bahwa negara-negara harus "secara pasti menolak" proteksionisme dalam perdagangan.

Menggarisbawahi kerentanan ekonomi China terhadap memanasnya perang perdagangan China-AS, China diperkirakan melaporkan pertumbuhan investasi di kisaran rekor terendahnya pada bulan Agustus.

Di sisi lain, Gubernur Bank of England (BoE) Mark Carney menyatakan sistem keuangan China menimbulkan salah satu risiko yang lebih besar terhadap stabilitas keuangan global.

“Salah satu risiko yang lebih besar bagi ekonomi global adalah perkembangan di China,” ujar Carney dalam sebuah wawancara yang dirilis pada Rabu di situs web BBC, seperti dikutip Reuters.

“China adalah sumber pertumbuhan yang besar dalam ekonomi global, sebuah keajaiban ekonomi - banyak hal positif. Pada saat yang sama, sektor keuangan mereka telah berkembang sangat pesat, serta memiliki banyak asumsi sama yang dibuat menjelang krisis keuangan terakhir,” tambahnya.

Sejalan dengan bursa China, indeks Hang Seng Hong Kong juga terus tertekan dan berakhir melemah 0,29% atau 77,51 poin di level 26.345,04, pelemahan sesi keenam berturut-turut.

Tag : bursa china
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top