Harga Karet Tak Berkutik Hadapi Tensi Perdagangan AS-China

Harga karet tak berkutik menghadapi tekanan penguatan yen dan tensi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Renat Sofie Andriani | 10 September 2018 15:25 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet tak berkutik menghadapi tekanan penguatan yen dan tensi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China. 

Pada perdagangan hari ini, Senin (10/9/2018), harga karet untuk pengiriman Februari 2019, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), hanya berakhir flat di posisi 165,90 yen per kg.

Padahal, rebound harga minyak mentah sempat mendorong harga bahan utama pembuatan ban ini beringsut ke zona hijau saat dibuka dengan kenaikan 0,10 poin di posisi 166 pagi tadi.

Adapun pada perdagangan Jumat (7/9), harga karet kontrak Februari 2019 berakhir melorot 1,01% atau 1,70 poin di posisi 165,90.

Menurut Takaki Shigemoto, analis perusahaan riset JSC di Tokyo, kontrak berjangka karet terbebani penguatan nilai tukar yen beserta tensi perdagangan AS-China.

“Tensi perdagangan dengan AS dikhawatirkan akan memperlambat ekonomi global dan permintaan untuk karet,” terang Shigemoto, seperti dikutip dari Bloomberg.

Seperti diberitakan, Presiden AS Donald Trump menyatakan siap untuk mengenakan tarif terhadap barang-barang asal China senilai US$267 miliar. Nilai ini melebihi rencana yang diusulkan sebelumnya untuk pengenaan tarif terhadap impor senilai US$200 miliar dari China.

Nilai tukar yen, yang diuntungkan tensi geopolitik, pun terpantau berbalik menguat tipis 0,01 poin atau 0,01% ke level 110,99 yen per dolar AS pada pukul 14.07 WIB, setelah dibuka melemah 0,06% atau 0,07 poin di posisi 111,07.

Penguatan nilai tukar yen Jepang membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya, permintaan akan komoditas ini berpotensi melesu.

Meski demikian, tambah Shigemoto, kontrak berjangka karet mendapat sedikit dukungan dari penguatan harga minyak mentah yang mengangkat daya tarik karet alami sebagai alternatif karet sintetis.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak WTI kontrak Oktober 2018 hari ini menguat 0,71% atau 0,48 poin ke level US$68,23 per barel pada pukul 14.32 WIB, setelah tertekan negatif tiga sesi perdagangan berturut-turut sebelumnya.

Sementara itu, di Shanghai Futures Exchange, harga karet untuk pengiriman Januari 2019 lebih beruntung dengan berakhir rebound 0,46% atau 55 poin di 12.015 yuan per ton, setelah ditutup turun 0,58% di posisi 11.960 pada Jumat (7/9).

Pergerakan Harga Karet Kontrak Februari 2019 di Tocom

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

10/9/2018

165,90

0%

7/9/2018

165,90

-1,01%

6/9/2018

167,60

-0,24%

5/9/2018

168,00

-0,47%

4/9/2018

168,80

-0,18%

Sumber: Bloomberg

Tag : harga karet
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top