CALON EMITEN: Oto Trans Indo Gelar IPO Paling Lambat November 2018

Perusahaan penyewaan atau rental mobil PT Oto Trans Indo menargetkan dapat segera menawarkan saham perdananya (initial public offering/IPO) pada Oktober 2018 atau selambat-lambatnya November 2018.
Dara Aziliya | 03 September 2018 10:36 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan IHSG, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (5/12). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan penyewaan atau rental mobil PT Oto Trans Indo menargetkan dapat segera menawarkan saham perdananya (initial public offering/IPO) pada Oktober 2018 atau selambat-lambatnya November 2018.

Chief Executive Officer Oto Trans Indo Franky Tjokrosaputro menyampaikan perseroan akan IPO dengan menggunakan laporan kinerja keuangan Januari—Mei 2018. Perseroan menunjuk NH Korindo Sekuritas sebagai pelaksana penjamin emisi efek (underwriter).

“Sejauh ini kami belum bisa menyampikan berapa besar rencana pelepasan saham pada IPO ini. Yang jelas dananya akan kami gunakan untuk modal kerja perseroan,” jelas Franky saat ditemui usai mini expose di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), akhir pekan lalu.

Perusahaan berbasis di Jakarta Barat tersebut memiliki bisnis inti rental mobil untuk disewakan baik kepada individu maupun kepada korporasi. Saat ini, sebagian besar bisnis perusahaan fokus pada penyewaan armada untuk perusahaan (Business to Business/B to B).

Oto Trans Indo merupakan bisnis keluarga yang dibesarkan oleh sepasang suami-istri. Dengan menjajaki pembiayaan melalui pasar modal, Franky menyampaikan dia ingin memperbesar skala usahanya di bidang penyewaan armada tersebut.

Menurutnya, prospek usaha untuk industri penyewaan kendaraan di Tanah Air sangat baik, karena didukung oleh populasi penduduk yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang merata. Saat ini, perseroan beroperasi di kawasan di Jabodetabek dan beberapa kota di Sumatra.

“Menjadi perusahaan yang dapat go public menjadi opsi kami untuk fundraising selain dari pinjaman bank. Bursa mendukung dan kami yakin market-nya sangat cerah dan membuat industri rental sangat berkembang. Jarang ada perusahaan penyewaan mobil yang tiba-tiba bangkrut,” ungkap Franky.

Perusahaan yang bediri pada 2012 tersebut menargetkan untuk dapat beroperasi di seluruh provinsi selain Jakarta dan Sumatra.

Berdasarkan situs resmi perseroan, Oto Trans Indo menyediakan jasa penyewaan mobil untuk perusahaan, jasa pernikahan, penyewaan pribadi, hingga untuk keperluan khusus. Durasi penyewaan bervariasi mulai dari harian, bulanan, hingga tahunan.

Menjajaki pendanaan melalui bursa saham bukan hal baru bagi emiten rental. Sebelum Oto Trans Indo, ada beberapa perusahaan yang bergerak pada bidang sejenis seperti PT Adi Sarana Armada Tbk. dan yang belum lama ini melantai di bursa saham, PT Batavia Prosperindo Trans Tbk.

Perusahaan-perusahaan tersebut umumnya menjajaki fundraising melalui pasar modal untuk memperbanyak infrastruktur yaitu armada, dan mengantongi modal untuk memperluas pasar hingga ke luar Pulau Jawa.

Batavia Prosperindo Trans misalnya, emiten dengan sandi BTPR yang IPO pada Juli 2018 tersebut akan membelanjakan dana hasil IPO untuk memperbanyak armada hingga mencapai 2.500 pada akhir tahun ini, dari hanya 1.300 armada pada akhir 2017.

Tag : ipo
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top