Wall Street Lanjut Reli, Saham Teknologi Dorong Rekor Baru S&P dan Nasdaq

Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) memperpanjang relinya pada perdagangan Rabu (29/8/2018), dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor level tertinggi untuk sesi keempat berturut-turut, didorong prospek positif diskusi perdagangan AS-Kanada.
Renat Sofie Andriani | 30 Agustus 2018 06:14 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) memperpanjang relinya pada perdagangan Rabu (29/8/2018), dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor level tertinggi untuk sesi keempat berturut-turut, didorong prospek positif diskusi perdagangan AS-Kanada.

Indeks S&P 500 ditutup menguat 0,57% atau 16,52 poin di level 2.914,04 dan indeks Nasdaq Composite menanjak 0,99% atau 79,65 poin di level 8.109,69. Adapun indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik 0,23% atau 60,55 poin di level 26.124,57.

Saham produsen iPhone Apple Inc. mendorong penguatan sektor teknologi, setelah menyentuh nilai penutupan tertinggi sepanjang sejarah di US$222,98.

Momentum saham raksasa teknologi yang tergabung dalam FAANG juga mendapat dorongan dari kenaikan target harga yang ditetapkan Morgan Stanley untuk Amazon.com dan Alphabet Inc.

Saham Amazon naik 3,4%, sekaligus mendorong kenaikan sektor discretionary konsumen, saat perusahaan itu semakin dekat untuk menjadi perusahaan AS kedua, setelah Apple, yang nilai pasarnya mencapai US$1 triliun.

Namun, saham FAANG lainnya, Facebook Inc dan Netflix Inc, ditutup sedikit lebih rendah.

Kanada tampaknya mengambil pendekatan yang lebih damai terhadap pembicaraan yang sedang berlangsung dengan AS, yang bertujuan menyelamatkan Kesepakatan Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) trilateral, beberapa hari setelah AS mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan Meksiko.

“Situasi perdagangan menambah rally melawan tekanan seperti yang telah terjadai selama beberapa bulan terakhir," kata Bucky Hellwig, wakil presiden senior di BB&T Wealth Management, Alabama, seperti dikutip Reuters.

Menjelang akhir musim panas, volume perdagangan ringan yang kadang-kadang melanda pasar tampaknya telah berbalik menguntungkan.

"Secara historis, volume ringan pada bulan Agustus umumnya berkontribusi pada bulan yang lemah dalam hal kinerja," kata Hellwig. "Namun, fundamental yang menguntungkan dalam beberapa pekan terakhir telah membalik pola itu."

Di sisi fundamental ekonomi, Departemen Perdagangan merilis tafsiran kedua untuk PDB kuartal kedua, yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS yang direvisi naik sebesar 4,2% secara tahunan pada kuartal tersebut, kinerja terbaiknya dalam hampir empat tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top