Wall Street Perbarui Rekor Meski Rawan Ambil Untung

Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite di bursa Wall Street berhasil memperbarui rekornya untuk sesi perdagangan hari ketiga berturut-turut
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 29 Agustus 2018  |  06:30 WIB
Wall Street Perbarui Rekor Meski Rawan Ambil Untung
Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite di bursa Wall Street berhasil memperbarui rekornya untuk sesi perdagangan hari ketiga berturut-turut, saat investor mempertimbangkan apakah akan mengambil untung dari rally yang didorong perkembangan positif dalam isu perdagangan.

Pada perdagangan Selasa (28/8/2018), indeks S&P 500 ditutup naik tipis 0,03% atau 0,78 poin di level 2.897,52 dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,15% atau 12,14 poin di level 8.030,04. Adapun indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik 0,06% atau 14,38 poin di level 26.064,02.

Indeks Dow Jones Industrial Average juga mampu ditutup sedikit lebih tinggi pada akhir musim panas, sesi perdagangan dengan volume yang rendah, saat investor berdebat apakah akan menguangkan momentum pasar saat ini.

Menyusul kesepakatan Amerika Serikat-Meksiko pada Senin (27/8) untuk merombak Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA), fokus pasar pun bergeser ke Kanada berikut upayanya untuk tetap mempertahankan perjanjian tersebut.

“Para pemimpin bisnis cukup percaya diri. Mereka jengkel dengan tantangan perdagangan tetapi sepertinya seolah-olah semua sistem sedang berjalan,” kata Jim Bell, kepala investasi di Bell Investment Advisors di Oakland, seperti dikutip Reuters.

Saham perusahaan-perusahaan teknologi mendorong penguatan indeks, diimbangi penurunan di antaranya pada sektor energi, telekomunikasi, dan material.

Saham peritel mewah Tiffany & Co. naik 1% setelah melaporkan hasil kuartal kedua yang lebih baik dari perkiraan serta menaikkan proyeksi laba full year.

Saham Sears Holding Corp. melonjak 12,6% seiring dengan ekspansi kemitraan Auto Center milik perusahaan dengan Amazon.com Inc. Layanannya kini tersedia secara nasional. Kemitraan ini pertama kali diumumkan pada bulan Mei.

Adapun saham Yum China Holdings Inc naik 3,9% menyusul laporan Wall Street Journal bahwa operator makanan cepat saji tersebut menolak sebuah buyout.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top