Panorama Sentrawisata (PANR) Perluas Jaringan di Asean

Emiten pariwisata PT Panorama Sentrawisata Tbk. akan terus melebarkan sayap di Asia Tenggara melalui pembukaan kantor cabang setelah membuka cabang di Malaysia tahun ini untuk meningkatkan pangsa pasar.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 29 Agustus 2018  |  07:45 WIB
Panorama Sentrawisata (PANR) Perluas Jaringan di Asean
PT Panorama Sentrawisata Tbk - istimewwa

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten pariwisata PT Panorama Sentrawisata Tbk. akan terus melebarkan sayap di Asia Tenggara melalui pembukaan kantor cabang setelah membuka cabang di Malaysia tahun ini untuk meningkatkan pangsa pasar.

Karsono Probosetio, Sekretaris Perusahaan Panorama Sentrawisata, mengatakan bahwa perseroan telah membuka satu kantor operasional di Malaysia pada awal tahun ini.

Langkah tersebut merupakan strategi perseroan untuk mengembangkan usahanya sebagai tour operator yang melayani wisatawan mancanegara untuk berlibur di negara-negara Asean, sekaligus sebagai strategi untuk memasarkan Indonesia sebagai destinasi.

Karsono mengatakan, perseroan tidak akan berhenti sampai di Malaysia saja, tetapi akan memperluas pasar di Asean dengan membuka kantor cabang operasional di negara Asean lainnya. Tiga negara yang sejauh ini sudah dijajaki yakni Thailand, Vietnam dan Filipina.

“Tiga negara ini akan kami masuki setidaknya dalam 1 hingga 2 tahun ke depan untuk meng-capture wisatawan mancanagera yang datang ke negara-negara itu agar datang juga ke Indonesia. Pasar kita adalah seluruh Asean,” katanya, Selasa (28/8).

Karsono mengatakan, perseroan juga masih akan menjajaki beragam peluang kerja sama atau sinergi dengan berbagai mitra strategis dari mancanegara yang bisa memberikan nilai tambah bagi bisnis perseroan.

Tahun lalu, emiten dengan kode saham PANR ini bermitra dengan JTB Pte. Ltd., sebuah perusahaan perjalanan terbesar dunia asal Jepang dengan pengalaman lebih dari 100 tahun dan 520 kantor cabang di 101 negara.

PANR mendivestasikan sahamnya pada PT Panorama Tours Indonesia sehingga perusahaan tersebut kini menjadi entitas milik bersama antara PANR dan JTB Pte. Ltd masing-masing 60% dan 40%.

Karsono masih enggan mengungkapkan rencana kerja sama strategis baru yang kini tengah dijajaki.

Karsono mengatakan, untuk meningkatkan kinerja, perseroan juga masuk ke bisnis chartered flight untuk mendatangkan wisatawan dari negara-negara yang belum memiliki jadwal penerbangan langsung dengan Indonesia.

Tahun ini, perseroan mendatangkan wisatawadan dari Polandia dan Afrika. Perseroan masih akan menjajaki peluang wisatawan dari negara-negara Eropa Timur, Afrika, Australia, Amerika, dan New Zealand yang belum memiliki jadwal penerbangan langsung dari dan ke Indonesia.

“Kita harapkan dengan upaya itu target pertumbuhan pendapatan tahun ini sebesar 20% bisa tercapai. Kita punya potensi pariwisata yang besar, dengan dukungan pemerintah yang besar dan dibukanya infrastrukur yang mendukung akses pariwisata,” katanya.

Pada semester I/2018, PANR membukukan pendapatan senilai Rp1,2 triliun, meningkat 19,5% dari Rp1 triliun pada semester pertama 2017.

Akan tetapi, beban-beban perseroan juga meningkat signifikan. Laba usaha perseroan hanya Rp17,6 miliar, turun 23,5% dari capaian periode yang sama tahun lalu Rp23 miliar. Perseroan bahkan menanggung rugi  bersih Rp4,8 miliar pada semester pertama 2018, berbalik dari laba Rp14,7 miliar pada semester I/2017.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
panorama sentrawisata

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top