Wijaya Karya (WIKA) Alokasikan 50% Capex untuk Pengembangan Bisnis Properti

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. mengalokasikan belanja modal sekitar 50% untuk pengembangan bisnis properti pada periode 2018—2019.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 27 Agustus 2018  |  19:01 WIB

Bisnis.com,JAKARTA — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. mengalokasikan belanja modal sekitar 50% untuk pengembangan bisnis properti pada periode 2018—2019.

Direktur Human Capital dan Pengembangan Wijaya Karya Novel Arsyad menjelaskan bahwa saat ini perseroan tengah melakukan investasi besar di lini bisnis properti. Dari total alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp15,85 triliun tahun ini, 50% digunakan untuk pengembangan sektor tersebut.

“[Untuk tahun ini] paling besar investasi di properti, 30% untuk energi dan 20% untuk infrastruktur,” jelasnya di Jakarta, Senin (27/8/2018).

Novel mengatakan komposisi serupa masih dipertahankan untuk periode 2019. Artinya, emiten berkode saham WIKA itu masih mengalokasikan dana capex terbesar untuk sektor properti.

Dia memproyeksikan WIKA akan meningkatkan belanja modal pada 2019. Adapun, alokasi diperkirakan berada pada kisaran Rp20 triliun—Rp30 triliun.

Novel menjelaskan bahwa investasi di sektor properti akan mendukung pertumbuhan lini bisnis lainnya. Pasalnya, perseroan akan bertindak sebagai investor, mengerjakan konstruksi, hingga pengembangan energi serta infrastruktur lainnya.

“Kami bicara properti bukan membangun satu gedung tetapi kawasan jadi bicaranya ribuan hektare,” paparnya.

Manajemen WIKA mencatat dari total penjualan Rp12,97 triliun pada semester I/2018, sektor properti berkintribusi senilai Rp347,46 miliar. Jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan sektor infrastruktur dan gedung Rp8,56 triliun, sektor energi dan industrial plant Rp2,47 triliun, dan sektor industri Rp1,58 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wijaya karya

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top