Pialang Ini Sasar Nasabah Muda Lewat Akun Mini

Asia Tradepoint Futures menggelar seminar edukasi pasar uang kepada mahasiswa Universitas Bung Karno sebagai salah satu upaya menyasar nasabah muda menggunakan mini account.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 22 Agustus 2018  |  20:56 WIB
Pialang Ini Sasar Nasabah Muda Lewat Akun Mini
Deddy Yusuf Siregar, Analis ATPF<, tengah menyampaikan materi analisis fundamental pasar uang di Universitas Bung Karno, Jakarta, Selasa (21/8/2018). - Mutiara Nabila

Bisnis.com, JAKARTA – Asia Tradepoint Futures menggelar seminar edukasi pasar uang kepada mahasiswa Universitas Bung Karno sebagai salah satu upaya menyasar nasabah muda menggunakan mini account.

Dalam edukasi tersebut,  Asia Tradepoint Futures (ATPF) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa jurusan ekonomi dan manajemen Universitas Bung Karno (UBK) dikenalkan dengan ilmu tentang pasar uang dan pasar berjangka seperti cara trading melalui aplikasi dan menganalisis fundamental pasar.

"Asia Tradepoint Futures (ATPF) kini tengah melakukan shifting dari operasi konvensional menjadi online dengan margin yang lebih kecil, bisa lebih terjangkau untuk mahasiswa," ujar Andri Hardianto, analis ATPF, Selasa (21/8/2018). 

Terkait dengan edukasi itu, Andri berharap agar lebih banyak orang yang memahami trading di pasar uang dan berjangka sehingga ketika mulai trading, para trader  bisa menghindari kerugian karena sudah mampu menganalisis kondisi pasar.

"Transaksi kita kan mandiri nih, kalau basisnya teknologi, pakai gadget, anak muda lebih akrab dengan kondisi seperti itu, makanya kita menyasar mereka ini, yang sudah familiar dengan teknologi, dan mereka yang kedepannya ingin cepat mandiri, tidak tergantung harus kerja jadi PNS atau kerja di perusahaan untuk dapat penghasilan. Nantinya supaya trading ini juga bisa dijadikan profesi. Untuk belajarnya silakan menggunakan mini account." lanjutnya.

Selama ini, Andri menilai bahwa kebanyakan modal yang harus dikeluarkan oleh calon investor atau nasabah jumlahnya cukup besar, sehingga kurang menarik bagi lapisan masyarakat muda.  Mini account menjadi pilihan karena nasabah dan pialang tidak perlu melakukan pertemuan dan dana yang dikeluarkan tidak sebesar reguler account.

Produk yang paling diminati di ATPF masih digenggam oleh produk bilateral, yakni emas dan forex, seperti GBP (pound sterling) dan euro. Kemudian, untuk transaki multilateral, ATPF masihmenggunakan produk milik Bursa Berjangja Jakarta (BBJ) berupa kakao dan CPO (minyak kelapa sawit).

Muhammad Syachro Hendarto, Dosen Fakultas Ekonomi UBK, berharap akan ada semakin banyak pialang yang mendukung transaksi dengan margin yang rendah dan terjangkau, serta agar pemangku kebijakan lebih mempermudah regulasi perdagangan mata uang dan berjangka agar lebih mudah diakses anak muda dan menjangkau lebih banyak pengguna.

“Kenapa pialang ilegal atau pialang dari luar lebih laku, karena marginnya bisa kecil, kalau di Indonesia untuk margin minimal Rp10 juta itu berat apalagi untuk kalangan mahasiswa. Harapannya, pialang di Indonesia bisa memunculkan kontrak dengan margin lebih kecil, sehingga bisa memacu transaki perdagangan valas dan berjangka,” ujar Endarto.

Kerja sama antara ATPF dan UBK juga bisa membantu mahasiswa untuk bisa terjun langsung, mempraktikkan cara-cara berdagang mata uang, mengetahui cara menganalisis karena dari mahasiswanya sendiri juga sudah memiliki dasar ilmunya.

Selain dengan UBK, ATPF juga akan bekerja sama dengan sejumlah universitas lain, tidak hanya menyampaikan materi lewat seminar, tetapi juga akan mengisi materi perkuliahan yang terkain dengan pasar uang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
komoditas

Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top