Spekulasi Kebijakan BOJ Dongkrak Pembelian Yen, Dolar Tambah Loyo

Pelemahan indeks dolar AS berlanjut pada perdagangan pagi ini, Kamis (9/8/2018), saat kinerja mata uang yen Jepang terus menguat.
Renat Sofie Andriani | 09 Agustus 2018 11:22 WIB
Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Senin (2/7/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA – Pelemahan indeks dolar AS berlanjut pada perdagangan pagi ini, Kamis (9/8/2018), saat kinerja mata uang yen Jepang terus menguat.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama di dunia turun 0,04% atau 0,036 poin ke level 95,056 pada pukul 10.34 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka di zona hijau dengan kenaikan hanya 0,005 poin di level 95,097, setelah pada perdagangan Rabu (8/8) berakhir melemah 0,10% atau 0,094 poin di posisi 95,092.

Sementara itu nilai tukar yen lanjut menguat 0,15% atau 0,17 poin ke 110,81 yen per dolar AS setelah ditutup menguat 0,36% atau 0,40 poin di posisi 110,98 pada Rabu.

Dilansir Reuters, yen naik ke level terkuatnya dalam sembilan hari perdagangan terhadap dolar AS menjelang diskusi perdagangan antara Amerika Serikat dan Jepang pada hari ini waktu setempat.

Ketika pasar masih bersikap hati-hati atas perkembangan perang perdagangan antara AS dan China, para pedagang memperkirakan fokus utama hari ini akan tertuju pada Washington.

Delegasi Jepang akan berupaya mencegah pemberlakuan tarif terhadap ekspor mobilnya sekaligus menangkis permintaan AS untuk perjanjian perdagangan bebas bilateral.

Penguatan yen juga didorong spekulasi mengenai kapan bank sentral Jepang akan meninggalkan kebijakan moneternya yang ultra longgar.

Risalah rapat Dewan Gubernur Bank of Japan (BOJ) pada 30-31 Juli 2018 yang dirilis Rabu (8/8) menunjukkan keinginan salah satu anggotanya akan imbal hasil berjangka panjang yang bergerak dalam kisaran lebih luas daripada yang diindikasikan oleh bank sentral tersebut.

“Tren pembelian yen telah menghimpun kekuatan sejak awal Agustus. Pergerakan yang didapatkan dari kabar terbaru BOJ pun menambah momentumnya lebih lanjut,” ujar Junichi Ishikawa, senior FX strategist di IG Securities, dikutip Reuters.

Posisi indeks dolar AS                                                                        

9/8/2018

(Pk. 10.34 WIB)

95,056

(-0,04%)

8/8/2018

95,092

(-0,10%)

7/8/2018

95,186

(-0,18%)

6/8/2018

95,358

(+0,21%)

3/8/2018

95,161

(-0,01%)

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dolar as

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top