Pasar Asia Hati-hati, IHSG Fluktuatif di Awal Dagang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada awal perdagangan hari ini, Kamis (9/8/2018).
Renat Sofie Andriani | 09 Agustus 2018 09:58 WIB
Karyawan berada di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/1). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada awal perdagangan hari ini, Kamis (9/8/2018).

Pergerakan indeks berbalik ke zona hijau dan naik 0,12% atau 7,43 poin ke level 6.102,25 pada pukul 09.14 WIB, setelah dibuka di wilayah negatif dengan turun 0,17% atau 10,08 poin di level 6.084,75.

Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak di zona hijau dengan support utama sektor pertanian (+0,73%) dan perdagangan (+0,46%). Adapun sektor finansial turun tipis 0,01% dan sektor infrastruktur bergerak flat.

Sebanyak 110 saham menguat, 50 saham melemah, dan 438 saham stagnan dari 598 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang masing-masing naik 0,52% dan 0,90% berada di antara saham yang mendorong perubahan positif IHSG pagi ini.

Adapun pada perdagangan Rabu (8/8), IHSG mampu rebound meski berakhir dengan kenaikan tipis 0,06% atau 3,58 poin di level 6.094,83.

Sejalan dengan IHSG, pergerakan indeks Bisnis 27 berbalik ke zona hijau dan naik 0,06% atau 0,30 poin ke level 535,86 pada pukul 09.15 WIB, setelah dibuka melemah 0,28% atau 1,51 poin di posisi 534,04.

Pada perdagangan Rabu (8/8), indeks Bisnis 27 berakhir turun 0,05% di posisi 535,55.

Indeks saham lain di kawasan Asia Tenggara terpantau bergerak variatif pagi ini, dengan indeks FTSE Malay KLCI (+0,11%) dan indeks PSEi Filipina (-1,26%).

Sementara itu, bursa saham Jepang bergerak negatif dengan indeks Topix dan Nikkei 225 masing-masing turun 0,37% dan 0,33%. Indeks Kospi Korea Selatan turun tipis 0,06%, sedangkan indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing naik 0,34% dan 0,81%.

Secara keseluruhan, bursa saham Asia bergerak cenderung hati-hati pada perdagangan pagi ini,  setelah putaran baru perang tarif dalam konflik perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China memukul harga minyak.

Indeks MSCI Asia Pacific, selain Jepang, hampir tidak beranjak karena didominasi oleh kehati-hatian pasar.

China telah mengumumkan tarif tambahan sebesar 25% pada impor AS senilai US$16 miliar. Tarif ini akan berlaku untuk barang-barang AS seperti solar, diesel, dan produk minyak lainnya, meskipun tidak mencakup minyak mentah.

Analis ANZ mencatat adanya laporan bahwa Presiden China Xi Jinping telah meminta perusahaan-perusahaan minyak utama China untuk meningkatkan output domestik demi menjaga keamanan energi Negeri Tirai Bambu.

Pada perdagangan Rabu (8/8), harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman September 2018 ditutup anjlok 3,2% atau 2,23 poin di level US$66,94 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun minyak Brent untuk pengiriman Oktober 2018 berakhir anjlok 3,17% di level US$72,28 di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London.

Sentimen pasar yang tertekan akibat penurunan harga minyak mentah dan isu perdagangan pun membebani indeks Dow Jones dan S&P 500 hingga ditutup melemah pada perdagangan Rabu.

Saham-saham yang menguat pada awal perdagangan:

HMSP

+0,52%

UNTR

+0,90%

TKIM

+2,41%

ASII

+0,34%

Saham-saham yang melemah pada awal perdagangan:

BMRI

-1,02%

TLKM

-0,85%

GGRM

-1,14%

ICBP

-1,40%

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top