BEI: Sekper harus Layani Pertanyaan Investor secara Online

Bursa Efek Indonesia wacanakan keterlibatan penuh sekretaris perusahaan dari kalangan emiten dalam berbagai platform digital yang akan menjadi saluran keterbukaan informasi pasar modal kepada investor.
Emanuel B. Caesario | 30 Juli 2018 17:07 WIB
Pengguna jalan melintas di depan monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Jakarta, Jumat (20/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia wacanakan keterlibatan penuh sekretaris perusahaan dari kalangan emiten dalam berbagai platform digital yang akan menjadi saluran keterbukaan informasi pasar modal kepada investor.

Fithri Hadi, Direktur Teknologi Informasi dan Management Resiko Bursa Efek Indonesia, mengatakan bahwa bursa berencana untuk memangkas alur penyampaian informasi dari emiten kepada investor yang selama ini cenderung sangat panjang dan tidak sampai sasaran.

Selama ini, keterbukaan informasi dari emiten dan BEI tersedia kepada publik melalui website BEI, yakni idx.co.id. Menurutnya, sumber dari satu saluran saja tidak cukup memadai untuk mengjangkau masyarakat investor yang luas dan kerap tidak selalu rutin memantau laman bursa.

BEI ingin memperluas jangkauan keterbukaan informasi bursa melalui saluran yang lebih beragam. Sejauh ini, rencananya adalah melalui aplikasi perdagangan online yang dimiliki setiap sekuritas anggota bursa serta sejumlah aplikasi startup yang sudah popular.

“Kita ingin transparansi emiten semakin tinggi di era digital ini. Kita ingin keterbukaan informasi bisa juga ditemukan di media online, media sosial, atau media-media lain yang akan kita coba gelar bersama-sama,” ujuar Hadi melalui keterangan resminya Senin (30/7/2018).

“Kita coba ajak kemitraan karena di era digital ini selalu ada kolaborasi antarplatform atau kanal-kanal digital. Ada kanal startup company yang bisa bantu penjualan, bantu sosialisasi, dan bantu edukasi,” lanjutnya.

Tidak cukup hanya pada diversifikasi saluran, BEI bahkan berencana untuk meningkatkan kualitas keterbukaan informasi emiten dengan mengatur sekretaris perusahaan untuk online dalam beragam platform tersebut guna melayani pertanyaan investor terhadap emiten.

“Kadang-kadang investor ketika hendak investasi, dia ingin tanya nih tentang detail emiten tersebut. Sekarang ini yang bisa mereka lakukan adalah tanya ke brokernya. Nanti kita rintis corsec juga bisa online sehingga investor bertanya langsung ke corsec,” katanya.

Menurutnya, trobosan ini akan membuat pasar menjadi lebih transparan. Harapannya, kecenderungan transaksi investor berdasarkan isu, rumor, atau spekulasi dapat semakin minim. Dengan demikian, pergerakan pasar menjadi lebih wajar, teratur, dan efisien.

Hadi mengakui hal ini masih bersifat ide dan masih harus didiskusikan dengan para pelaku pasar, khususnya emiten dan anggota bursa. Menurutnya, BEI akan mencari cara atau mekanisme yang paling efektif bagi komunikasi langsung antara sekretaris perusahaan dan investor.

Untuk tahap awal, masuknya sekper dalam sistem keterbukaan informasi ini akan bersifat himbauan atau ajakan. Bila hasil evaluasinya cukup menggembirakan, BEI mungkin akan membuat aturan yang lebih tegas tentang hal tersebut.

Sejauh ini memang belum ada pembicaraan yang serius antara BEI dengan kalangan sekretaris perusahaan, meskipun Hadi menginginkan implementasi program ini dapat dimulai pada kuartal akhir tahun ini.

Theresia Rustandi, Sekretaris Jenderal Indonesia Corporate Secretary Association (ICSA), mengatakan bahwa rencana bursa ini perlu dikomunikasikan dengan baik dengan kalangan sekretaris perusahaan emiten-emiten.

Hal ini penting agar tata laksana di lapangan bisa sinkron dengan yang diinginkan BEI serta tidak saling merepotkan.

“Lebih baik asosiasi corsec ICSA dipanggil dan diajak berembuk perihal ini,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
corsec, sekretaris perusahaan

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top