Kisruh AISA: KKR Ajukan Pergantian, Direksi Minta Rekonsiliasi

KKR Asset Management yang merupakan salah satu pemegang saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. mengusulkan pergantian direksi dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang digelar pada Jumat (27/7/2018).
Dara Aziliya | 27 Juli 2018 22:56 WIB
Direktur Utama PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. Stefanus Joko Mogoginta. - Bisnis/Dara Aziliya

Bisnis.com, JAKARTA—KKR Asset Management yang merupakan salah satu pemegang saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. mengusulkan pergantian direksi dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang digelar pada Jumat (27/7/2018).

KKR yang saat ini menggenggam 9,09% saham emiten berkode AISA itu sempat mengajukan usulan pergantian direksi dalam RUPS Tahunan 2017.

Direktur Keuangan Tiga Pilar Sejahtera Sjambiri Lioe menyampaikan klausul yang diajukan oleh KKR untuk mengganti direksi, tidak memberikan jaminan keberlangsungan perusahaan di masa yang akan datang. Pasalnya, pihak KKR tidak menawarkan skenario untuk menopang finansial AISA yang masih rentan.

“Mengganti direksi sebuah perusahaan bukan merupakan hal yang tabu, silakan disesuaikan lalu voting. Hal tersebut tidak dibicarakan baik-baik oleh kedua belah pihak, sesuai aturan. Kami mau ada rekonsiliasi lah, dibicarakan baik-baik,” ungkap Sjambiri di Jakarta, Jumat (27/7).

Sjambiri menyampaikan Jaka Prasetya yang merupakan komisaris perseroan sekaligus perwakilan kepemilikan saham KKR di AISA dan Hengky Koestanto yang juga merupakan komisaris perseroan dapat menempuh jalur procedural jika ingin mengganti direksi emiten dengan kode saham AISA tersebut.

“Kalau tidak percaya dengan direksi saat ini, silakan bentuk komite atau menunjuk pihak independen untuk memantau. Komisaris tidak memiliki track record untuk mengelola perusahaan,” kata dia.

Direktur Utama Tiga Pilar Sejahtera Food Stefanus Joko Mogoginta sebelumnya menyebut dua komisarisnya yaitu Jaka Prasetya bermaksud melakukan take over paksa perusahaan dengan mengajukan pergantian direksi.

Sambil marah, Joko pun keluar dari RUPST. Dia keluar, bersama rombongan jajaran direksi Tiga Pilar Sejahtera. Kalimat demi kalimat dilontarkan dengan berteriak.

"Saya telah membangun Tiga Pilar Sejahtera Food selama 26 tahun. Komisaris utama saya ditekan sama bapak Jaka Prasetya," teriaknya di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jumat (27/7/2018).

Joko menuduh, bahwa Jaka Prasetya yang saat ini berperan sebagai komisaris di Tiga Pilar Sejahtera memaksa Komisaris Utama Tiga Pilar Sejahtera Anton Apriyantono untuk mencabut tanda tangan laporan keuangan 2017.

Saat ini jajaran komisaris Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) adalah Kang Hongkie Widjaja, Hengky Koestanto dan Jaka Prasetya. Adapun keberadaan Jaka di AISA mewakili saham KKR. "Ini skema yang jelas-jelas sangat jahat dan busuk," ucapnya.

Tag : tiga pilar sejahtera food
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top