Yield SUN Melonjak, Pasar Surat Utang Indonesia Paling Tertekan di Asean+3

Indonesia menjadi negara dengan peningkatan yield surat utang pemerintah yang paling tinggi sepanjang tahun ini di antara pasar negara-negara berkembang di Asia Tenggara serta Asia Timur.
Emanuel B. Caesario | 25 Juli 2018 14:49 WIB
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia menjadi negara dengan peningkatan yield surat utang pemerintah yang paling tinggi sepanjang tahun ini di antara pasar negara-negara berkembang di Asia Tenggara serta Asia Timur. Hal itu menjadi indikasi pasar surat utang Indonesia paling tertekan dibandingkan dengan negara lain, seiring dengan melemahnya kurs rupiah,

Berdasarkan data Asian Bonds Online per akhir perdagangan Selasa (24/7/2018), yield surat utang negara (SUN) Indonesia, baik untuk tenor 2 tahun maupun 10 tahun, mencatatkan peningkatan yield paling tinggi, di tengah tekanan yang memang terjadi pada seluruh pasar.

Negara-negara yang dipantau yakni Asean dan tiga negara Asia Timur yakni China dan Hong Kong, Jepang, serta Korea Selatan (Asean+3). Di antara negara Asean, yang tidak dipantau yakni Laos, Kamboja, Myanmar, dan Brunei Darussalam.

Yield SUN Indonesia 10 tahun sudah meningkat 149,3 bps menjadi 7,81% sepanjang tahun berjalan. Peningkatan ini berada di posisi puncak yang diikuti oleh Filipina pada posisi kedua dengan peningkatan 80,3 bps di level 6,50%. Yield Indonesia merupakan yang tertinggi di antara Asean+3.

Selain itu, SUN Indonesia tenor 2 tahun juga meningkat bahkan jauh lebih tinggi, mencapai 181,5 bps secara year to date/ytd menjadi 7,35%. Di posisi kedua kembali ditempati Filipina yang meningkat sekitar 50% lebih rendah, yakni 97,7 bps ke level 4,96%.

Meningkatnya yield obligasi Indonesia ini terkait erat dengan pelemahan nilai tukar rupiah serta aksi capital outflow investor asing. Sepanjang tahun berjalan, nilai tukar rupiah sudah melemah 6,8% ke level Rp14.545 per dolar AS. Ini merupakan pelemahan tertinggi dibandingkan negara Asean+3 lainnya. Peso Filipina sedikit lebih rendah dengan penurunan 6,6%.

Dibandingkan negara-negara Asean+3 lainnya, kepemilikan investor asing pada surat utang pemerintah Indonesia merupakan yang tertinggi. Berdasarkan perbandingan hingga kuartal pertama tahun ini, kepemilikan asing di surat berharga negara (SBN) Indonesia mencapai 39,31% dari total outstanding.

Sebagai pembanding, kepemilikan asing pada surat utang pemerintah Malaysia mencapai 28,9% dari total outstanding, Thailand 15,18%, Korea Selatan 11,57%, Jepang 10,91%, dan China 4,04%.

Alhasil, tingginya outflow investor asing dari pasar negara berkembang pada kuartal kedua tahun ini paling dirasakan oleh Indonesia, sehingga tekanan pada yield obligasi Indonesia juga cukup besar.

Apabila dibandingkan dengan pasar saham, pelemahan di pasar Indonesia justru bukan yang terendah, yakni 7% ytd. Pelemehan di pasar saham Filipina bahkan mencapai 13%, China 12%, dan Korea Selatan 8%.

Sebagai catatan, sepanjang tahun berjalan, peningkatan yield US Treasury tenor 10 tahun adalah sebesar 54,3 bps ke level 2,95% dan tenor 2 tahun meningkat 75 bps menjadi 2,63%. Di saat yang sama, pasar saham di Amerika Serikat justru mengalami lonjakan 5% ytd.

Tag : surat utang negara
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top