Ini Alasan Penjualan Semen Indonesia (SMGR) Menurun Semester I/2018

Volume penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. pada semester I/2018 tertekan musim libur Lebaran serta melemahnya konsumsi di Jawa Timur.
M. Nurhadi Pratomo | 23 Juli 2018 15:49 WIB
Jajaran Direksi dan Komisaris Semen Indonesia berfoto usai menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPS), di Main Hall, Bursa Efek Indonesia, Senin (30/4). Bisnis - M. Nurhadi Pratomo.

Bisnis.com, JAKARTA — Volume penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. pada semester I/2018 tertekan musim libur Lebaran serta melemahnya konsumsi di Jawa Timur.

Berdasarkan data perseroan, Semen Indonesia membukukan volume penjualan domestik 11,82 juta ton pada semester I/2018. Pencapaian itu tergerus dibandingkan dengan 11,96 juta ton pada semester I/2017.

Sebaliknya, volume penjualan ekspor emiten berkode saham SMGR itu naik 53,5% secara tahunan pada semester I/2018. Tercatat, volume naik dari 979.586 ton menjadi 1,50 juta ton.

Corporate Secretary Semen Indonesia Agung Wiharto mengungkapkan bahwa pertumbuhan konsumsi semen di Jawa Timur pada semester I/2018 lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu. Padahal, wilayah tersebut menjadi salah satu pasar besar bagi penjualan semen domestik perseroan.

Semen Indonesia mencatat penjualan industri semen secara nasional untuk wilayah Jawa Timur mencapai 4,10 juta ton pada semester I/2018. Jumlah itu tergerus dari periode yang sama tahun lalu 4,38 juta ton.“Pasar Jawa Timur tetap tumbuh tetapi tidak setinggi tahun lalu,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (23/7/2018).

Di sisi lain, Agung menyebut periode Juni 2018 memiliki hari kerja yang lebih singkat. Hal itu akibat periode libur Lebaran yang hampir mencapai tiga minggu.

Di tengah kondisi tersebut, dia mengatakan penurunan harga menjadi pilihan terakhir bagi perseroan. Saat ini, langkah yang ditempuh yakni dengan memperbaiki rantai pasok, menjaga kualitas produk, serta melakukan efisiensi secara internal. “Para pemain lain berusaha masuk atau mengambil pangsa pasar dengan harga lebih rendah sehingga pangsa pasar kami terkikis sedikit. Akan tetapi, menurunkan harga buat kami menjadi pilihan terakhir,” jelasnya.

Dalam riset yang dipublikasikan melalui Bloomberg,analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mimi Halimin memproyeksikan penjualan semen akan meningkat pada semester II/2018. Pada 2017 misalnya, periode tersebut berkontribusi terhadap 56% total konsumsi semen sepanjang tahun.

“Konsumsi semen biasanya meningkat pada semester II tiap tahunnya berkat proyek infrastruktur serta pengeluaran pemerintah yang lebih besar,” paparnya.

Tag : semen indonesia
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top