Tingkatkan Transparansi, BEI Akan Buka Rekam Jejak Perusahaan Tercatat

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meningkatkan transparansi emiten untuk memberi petunjuk kepada investor terkait prospek dan kinerja perusahaan tercatat.
Tegar Arief | 22 Juli 2018 20:47 WIB
Inarno Djajadi Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI). (Istimewa/fsi)

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meningkatkan transparansi emiten untuk memberi petunjuk kepada investor terkait prospek dan kinerja perusahaan tercatat.

Bursa akan melakukan pengembangan pada sistem I-Suite, untuk pemberian notasi pada kode saham. I-Suite adalah pemberian notasi baru kepada emiten, sehingga bukan hanya kode saham yang terpampang tapi juga 'tato' supaya emiten lebih dikenali oleh para investor.

"Ini mengenai notasi khusus, bagaimana kita bisa melihat saham yang banyak tanda tertentu atau tato itu saham yang perlu diwaspadai oleh investor," kata Direktur Utama BEI Inarno Djajadi di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dia mencontohkan misalnya emiten yang terlambat menyerahkan laporan keuangan akan diberi tanda khusus. Termasuk emiten yang kinerjanya negatif, bursa akan memberikan tanda sehingga investor bisa lebih waspada.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan ketertiban perusahaan tercatat sehingga bisa menjalankan kewajibannya sebagai perusahaan terbuka. Dengan demikian maka minat investor tidak akan berkurang dan pergerakan saham terus positif.

"Nanti ada beberapa parameter yang penting akan kami masukkan ke sana," ujar Inarno. Bursa akan membuat standardisasi sistem I-Suite yang nantinya diterapkan di seluruh aplikasi transaksi yang dimiliki sekuritas.

Bukan sekadar notasi khusus, Inarno membeberkan 'tato' atau tanda tersebut akan memudahkan para investor untuk melihat kondisi dari emiten tersebut. Jika emiten itu memiliki banyak 'tato' maka kondisinya sedang bermasalah.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menilai, ada dua hal positif yang akan muncul jika program ini direalisasikan oleh otoritas pasar modal.

Pertama akan meningkatkan transparansi perusahaan terbuka, dan kedua adanya jaminan perlindungan bagi investor saham karena rekam jejak emiten terpampang pada sistem bursa.

"Ini kebijakan bagus, karena indikasi pertama perusahaan itu bermasalah adalah laporan keuangan yang terlambat. Investor bisa mempunyai banyak pertimbangan dengan kebijakan ini," ujarnya.

Menurutnya, dengan kebijakan ini maka perusahaan akan berlomba untuk mencatatkan kinerja dan rekam jejak positif dengan tujuan tetap diminati oleh investor dan menjaga stabilitas pergerakan harga saham.

Tag : bei
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top