Pefindo Kantongi Mandat Obligasi Rp65,57 Triliun

PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo masih mengantongi mandat pemeringkatan untuk penerbitan obligasi senilai Rp65,57 triliun per 30 Juni 2018, yang berpotensi untuk diterbikan pada semester kedua tahun ini.
Emanuel B. Caesario | 13 Juli 2018 14:24 WIB
Ilustrasi obligasi

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo masih mengantongi mandat pemeringkatan untuk penerbitan obligasi senilai Rp65,57 triliun per 30 Juni 2018, yang berpotensi untuk diterbikan pada semester kedua tahun ini.

Direktur Utama Pefindo Salyadi Saputra mengatakan bahwa mandat tersebut berasal dari beragam sektor perusahaan. Mayoritas mandat berasal dari sektor perbankan, yakni senilai Rp18 triliun dari 10 perusahaan.

Setelah itu disusul oleh 2 perusahaan sektor ketenagalistrikan dengan nilai Rp6,5 triliun dan 8 perusahaan sektor konstruksi senilai Rp5,55 triliun.

Dia menuturkan mandat tersebut tidak selalu berarti akan direalisasikan menjadi penerbitan obligasi. Hal ini bergantung pada keputusan perusahaan masing-masing menyikapi hasil pemeringkatan dari Pefindo serta kondisi yield surat utang negara di pasar.

Apalagi, imbal hasil surat utang negara saat ini sedang dalam tren meningkat, sehingga akan turut berpengaruh pada beban bunga yang harus ditanggung korporasi bila menerbitkan obligasi dalam waktu dekat.

“Mandat ini menunjukkan minat emiten, yang mana ternyata masih besar. Tetapi ada beberapa kondisi yang akan menentukan realisasinya menjadi penerbitan obligasi,” ujar Salyadi kepada Bisnis, Kamis (12/7/2018).

Pada semester pertama tahun ini, total emisi obligasi korporasi mencapai Rp59,1 triliun dan Medium Term Notes (MTN) sebesar Rp16,2 triliun.

Berikut daftar sektor dan nilai mandat pemeringkatan untuk penerbitan obligasi korporasi per 30 Juni 2018:

Sektor

Jumlah Perusahaan

Rencana Emisi (Rp miliar)

Perbankan

10

18.000

Ketenagalistrikan

2

6.500

Konstruksi

8

5.550

Properti

3

5.380

Pembiayaan

9

5.160

Pulp & Paper

1

5.000

Transportasi

3

4.500

Pelabuhan

1

3.000

Telekomunikasi

3

2.250

Investment Holding

2

1.500

Pertambangan

1

1.379

Electric Power

1

1.200

Infrastruktur

1

1.000

Pengemasan 

1

1.000

Perkebunan

2

950

Media

2

550

Kimia

1

500

Logistik

1

500

Produk Konsumen

1

500

Farmasi

1

450

Manufaktur

1

300

Perdagangan

1

300

Otomotif

1

100

Total

57

65.569

 

Sumber: Pefindo

Tag : Obligasi, pefindo
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top