Pegadaian Gunakan Hasil Penerbitan Obligasi untuk Refinancing

PT Pegadaian (Persero) menggunakan dana hasil penerbitan obligasi Rp3,5 triliun untuk melunasi utang jatuh tempo penerbitan obligasi sebelumnya.
M. Nurhadi Pratomo | 10 Juli 2018 20:04 WIB
Direktur Utama Pegadaian Sunarso saat peresmian outlet syariah di Bangkalan Madura, Senin (2/7/2018). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com,JAKARTA — PT Pegadaian (Persero) menggunakan dana hasil penerbitan obligasi Rp3,5 triliun untuk melunasi utang jatuh tempo penerbitan obligasi sebelumnya.

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat Pegadaian memiliki 4 seri obligasi yang jatuh tempo pada 2018. Adapun, nilai surat utang yang jatuh tempo yakni Rp1,3 triliun pada 7 Mei 2018, Rp177 miliar pada 9 Juli 2018, Rp63,5 miliar pada 11 Juli 2018, dan Rp1 triliun pada 13 Oktober 2018.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian Ninis Kesuma Adriani mengatakan, perseroan telah menyiapkan dana dari hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan III Pegadaian Tahap II Tahun 2018 dengan jumlah pokok Rp3,5 triliun. Surat utang tersebut akan terbagi ke dalam 3 seri yakni Seri A, Seri B, dan Seri C.

“Hasil penerbitan digunakan untuk melunasi obligasi jatuh tempo dan sisanya untuk pengembangan bisnis,” ujarnya kepada Bisnis.com, Selasa (10/7/2018).

Ninis mengatakan perseroan telah mengamankan kebutuhan pendanaan dari sumber lain. Salah satunya yakni dengan menggunakan pinjaman perbankan.

Sebagai catatan, Pegadaian tahun ini memasang terget pendapatan naik 16% secara year-on-year. Diharapkan, pendapatan naik dari Rp10,77 triliun pada 2017 menjadi Rp12,5 triliun pada tahun ini.

Adapun, laba usaha dibidik naik 8,2% dari pencapaian 2017 Rp3,42 triliun. Artinya, tahun ini, Pegadaian mengincar laba usaha Rp3,7 triliun.

Tag : pegadaian
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top