Valbury Sekuritas: Penguatan Bursa Global Dukung IHSG Bertahan Menguat

PT Valbury Sekuritas Indonesia memprediksi IHSG lanjut di zona hijau karena penguatan bursa global.
Mia Chitra Dinisari | 10 Juli 2018 07:42 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -  PT Valbury Sekuritas Indonesia memprediksi IHSG lanjut di zona hijau karena penguatan bursa global. 

Tim analis Valbury Sekuritas menyebutkan kendati perang dagang mengemuka, namun kali ini pelaku pasar kembali sejenak mengalihkan untuk tidak fokus pada hal tersebut.

Ditandai dengan kenaikan bursa saham global yang berpotensi berlanjut, menyusul saham AS kembali menguat pada Senin. Hal ini membuka peluang kembali bagi IHSG untuk melanjutkan kenaikan.

Pergerakan IHSG hari ini berkisar di Support Level : 5.744/5.681/5.645 dan Resistance Level 5.843/5.879/5.942

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Pemerintah membahas perumusan strategi dan kebijakan dalam menghadapi dampak adanya perang dagang dan kenaikan tingkat bunga Amerika Serikat (AS). Perang dagang antara AS dan negara-negara ekonomi utama lain makin mengemuka setelah Pemerintah AS pada Jumat (6/7) mulai mengenakan tarif bea masuk baru pada impor produk Cina senilai US$ 34 miliar.

Pemerintah akan segera membuat satuan tugas khusus dalam merumuskan kebijakan ekspor dan impor. Salah satu tugas satuan tersebut adalah menentukan jenis barang impor apa saja yang kemungkinan bisa diseleksi.

Sementara itu, cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan menjadi USD119,8 miliar pada Juni turun dari posisi Mei 2018 senilai USD122,9 miliar. Penurunan cadangan devisa tersebut adanya pembayaran pembayaran utang luar negeri dan instrumen stabilisasi rupiah.

Presiden AS Donald Trump sudah menyatakan akan mereview fasilitas The Generalized System of Preferences (GSP) kepada negara-negara mitra dagang, termasuk diantaranya 124 produk asal Indonesia. Jika fasilitas GSP untuk Indonesia diubah, maka produk ekspor Indonesia berpotensi terkena tarif bea masuk lebih tinggi ke AS

Sentimen pasar dari luar negeri :
Berkenaan dengan ancaman perang dagang oleh AS, Uni Eropa UE terbelah dalam menyikapi perang dagang yang dikobarkan Presiden Donald Trump. Kanselir Angela Merkel mengatakan akan mendukung penurunan pungutan Uni Eropa atas impor mobil dari AS. Namun Prancis menggalang dukungan dari negara-negara UE lainnya, untuk tindakan balasan atas pengenaan tarif impor tinggi oleh AS untuk produk dari UE. Sementara itu keinginan Jerman untuk menurunkan tarif impor produk otomotif asal AS, terganjal oleh aturan WTO.

Ini rekomendasi saham hari ini

BBRI: Trading Buy
• Close 3010, TP 3070
• Boleh buy di level 2900-3010
• Resistance di 3070 & support di 2900
• Waspadai jika tembus di 2900
• Batasi resiko di 2980

BBTN: Trading Buy
• Close 2330, TP 2410
• Boleh buy di level  2200-2330
• Resistance di 2410 & support di 2200
• Waspadai jika tembus di 2200
• Batasi resiko di 2180

ICBP : Trading Buy
• Close 8775, TP 8850
• Boleh buy di level  8625-8775
• Resistance di 8850 & support di 8625
• Waspadai jika tembus di 8625
• Batasi resiko di 8575

MEDC:  Trading Buy
• Close 965, TP 1005
• Boleh buy di level  905-965
• Resistance di 1005 & support di 905
• Waspadai jika tembus di 905
• Batasi resiko di 895

CTRA:  Trading Buy
• Close 1010, TP 1035
• Boleh buy di level  960-1010
• Resistance di 1035 & support di 960
• Waspadai jika tembus di 960
• Batasi resiko di 950

ASRI:  Trading Buy
• Close 318, TP 322
• Boleh buy di level  310-318
• Resistance di 322 & support di 310
• Waspadai jika tembus di 310
• Batasi resiko di 306

Ket.  TP : Target Price


WATCHING ON SCREEN;
PTPP, ACES, INDF, BBCA, JPFA, WIKA, BBNI, ELSA 

 

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top