Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lepas Saham Baru, MLPL Bidik Dana Rp503,24 Miliar

PT Multipolar Tbk. (MLPL) membidik dana Rp503,24 miliar melalui aksi Penerbitan Umum Terbatas (PUT) VI dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 02 Juli 2018  |  17:14 WIB
PT Multipolar Technology Tbk - Istimewa
PT Multipolar Technology Tbk - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Multipolar Tbk. (MLPL) membidik dana Rp503,24 miliar melalui aksi Penerbitan Umum Terbatas (PUT) VI dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Dalam keterbukaan informasi, Senin (2/7/2018), manajemen MLPL menyebutkan akan menawarkan saham baru sebanyak 4,57 miliar. Harga pelaksanaan adalah Rp110, sehingga nilai PUT VI mencapai Rp503,24 miliar.

“Jumlah saham baru yang diterbitkan mewakili 31,25% dari modal ditempatkan dan disetor,” demikian disampaikan manajemen perseroan.

Tanggal pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Juli 2018, sedangkan perdagangan HMETD dilaksanakan sampai 20 Juli 2018.

Dana yang diterima dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk beberapa rencana. Sebesar 81,87% digunakan perseroan untuk mempertahankan kepemilkan dalam PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) yang juga akan melaksanakan rights issue.

Selanjutnya, 13,13% dialokasikan sebagai penambahan penyertaan modal perseroan di dalam MPPA. Sementara itu, sisa dana akan digunakan untuk modal kerja MLPL.

Seiring dengan pengumuman rights issue ini, saham MLPL dan MPPA bergerak menghijau.

Pada penutupan perdagangan Senin (2/7), saham MLPL naik 1 poin menjadi Rp101. Sepanjang 2018, harga saham perseroan telah merosot 29,37%.

Adapun MPPA telah menyampaikan akan melakukan rights issue dengan incaran dana sebesar Rp806,69 miliar.

Bertindak sebagai pembeli siaga yaitu MLPL sejumlah 1,08 miliar saham dan PT Ciptadana Capital (CC) sebanyak 561,34 juta saham. Nantinya, kepemilikan CC di MPPA dari sebelumnya nihil naik menjadi 7,46%.

Sebesar 93,7% dana yang diraih dialokasikan untuk modal kerja, antara lain untuk keperluan peremajaan persediaan.

Selanjutnya, sekitar 6,3% dipakai untuk membayar sebagian pokok utang kepada Bank Of China Limited (BOC). Nilai fasilitas pinjaman sebesar Rp300 miliar yang sudah digunakan seluruhnya per Maret 2018.

Perseroan memerkirakan kebutuhan modal kerja saat ini senilai Rp750 miliar yang akan dipenuhi dari rights issue. Apabila hasil rights issue tidak mencukupi, MPPA akan mencari sumber pembiayaan lain seperti fasilitas kredit perbankan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multipolar aksi emiten
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top