Penjualan Kendaraan Menguat, Saham Astra (ASII) Layak Koleksi?

Raksasa otomotif domestik PT Astra International Tbk. melaporkan kenaikan penjualan kendaraan roda empat dan roda dua masing-masing sebesar 5,8% dan 13,2% selama periode JanuariMei 2018, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Dara Aziliya | 27 Juni 2018 12:19 WIB
Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kiri) didamping Direktur Johannes Loman (kedua kanan), dan Direktur Paulus Bambang Widjanarko (kanan) berbincang dengan teknisi sebelum pelepasan armada posko siaga mudik dan peluncuran Astra Holiday Campaign 2018 di Jakarta, Jumat (8/6/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Raksasa otomotif domestik PT Astra International Tbk. melaporkan kenaikan penjualan kendaraan roda empat dan roda dua masing-masing sebesar 5,8% dan 13,2% selama periode Januari—Mei 2018, dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data yang dipublikasikan Astra International, penjualan kendaraan roda empat selama 5 bulan pertama mencapai 494.700 unit, sedangkan penjualan sepeda motor pada periode tersebut mencapai 2,6 juta unit.

Analis Kresna Securities Franky Rivan mengungkapkan bahwa capaian penjualan tersebut menunjukan pihak diler terus menggenjot penjualan dari inventori, terutama saat bulan puasa dan Lebaran 2018. Sepanjang tahun ini, Kresna memprediksi penjualan roda empat Astra mencapai 1,136 juta unit dan roda dua sebanyak 6,066 juta unit.

Kendati penjualan mengalami peningkatan, pangsa pasar roda empat emiten dengan kode saham ASII tersebut sedikit menurun pada Mei 2018 yaitu sebesar 48,8%, dibandingkan dengan pada April yang sebesar 48,9%.

“Sepertinya penjualan model baru Ertiga kurang mendapat minat pasar jika dibandingkan dengan produk kompetitor seperti Mitsubishi Xpander atau Wuling Cortez. Namun, penjualan yang meningkat hingga Mei dapat mendorong diler menekan inventori, sehingga berpotensi mengerek penjualan model-model baru,” ungkap Franky dalam riset yang diterima Bisnis.com, Rabu (27/6).

Adapun, kompetitor ASII yaitu Mitsubishi membukukan penjualan lebih rendah pada Mei 2018 yaitu 16.967 unit kendaraan roda empat atau lebih rendah 5% dari bulan sebelumnya. Kresna memprediksi penjualan Xpander berpotensi melemah karena Mitsubishi tidak lagi menerapkan subsidi Bea Balik Nama (BBN) pada penjualan produk tersebut.

Entitas masih merekomendasikan beli untuk saham ASII dengan target harga Rp9.100. Pada jeda perdagangan siang Rabu (27/6), harga saham ASII terkoreksi 1,12% atau 75 poin ke level Rp6.625.

Tag : astra
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top