Harga Batu Bara Perpanjang Reli

Reli harga batu bara berlanjut pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Senin (25/6/2018).
Renat Sofie Andriani | 26 Juni 2018 07:38 WIB
Kapal tunda menarik muatan batubara melintasi sungai Mahakam, di Samarinda, Kaltim. - REUTERS/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA – Reli harga batu bara berlanjut pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Senin (25/6/2018).

Pada perdagangan Senin, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 1,51% atau 1,35 poin di posisi US$90,65/metrik ton.

Pada sesi perdagangan sebelumnya, Jumat (22/6/2018), harga batu bara kontrak Januari 2019 berakhir naik 0,11% atau 0,10 poin di US$89,30, berhasil mematahkan rentetan koreksi yang dialami sebelumnya.

Berbanding terbalik dengan batu hitam, harga minyak mentah melorot setelah Arab Saudi dan Rusia mengisyaratkan bahwa peningkatan produksi oleh OPEC dan negara-negara sekutu akan lebih besar dari perkiraan.

Pada perdagangan Senin (25/6), minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus berakhir melorot 1,1% atau 82 sen di level US$74,73 per barel di bursa ICE Futures Europe.

Adapun minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus turun 50 sen untuk mengakhiri sesi di US$68,08 di New York Mercantile Exchange.

Dilansir Bloomberg, dua eksportir minyak mentah terbesar dunia tersebut mengindikasikan bahwa kesepakatan OPEC pekan lalu akan menambah produksi sebesar 1 juta barel harian, lebih dari angka 700.000 barel yang disepakati oleh beberapa anggota OPEC.

Sementara itu, minyak mentah AS berjangka untuk pengiriman cepat turun lebih rendah dari kontrak lainnya di tengah kekhawatiran pengetatan pasokan di kompleks penyimpanan utama AS di Cushing, Oklahoma.

“Ini benar-benar hanya volume dari OPEC yang datang memberikan tekanan ke pasar”, kata Michael Loewen, ahli strategi komoditas di Scotiabank, seperti dikutip Bloomberg.

Menyusul kesepakatan OPEC dengan sekutu untuk meningkatkan pasokan, raksasa minyak negara Arab Saudi berjanji untuk memenuhi semua permintaan pelanggan minyak mentahnya, menurut Chief Executive Officer Saudi Aramco, Amin Nasser.

Nasser mengatakan bahwa eksportir terbesar dunia, yang secara resmi dikenal sebagai Arab Saudi Oil Co, memompa 10 juta barel per hari dan memiliki kapasitas untuk memproduksi 2 juta barel lebih banyak.

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2019 di bursa Rotterdam

Tanggal                                    

US$/MT

25 Juni

90,65

(+1,51%)

22 Juni

89,30

(+0,11%)

21 Juni

89,20

(-2,62%)

20 Juni

91,60

(-1,45%)

19 Juni

92,95

(-0,38%)

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

Tag : harga batu bara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top