Giatkan Literasi Pasar Modal, BEI Cetak Buku Versi Braille

Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan Balai Penerbitan Braille Indonesia (BPBI) Abiyoso Kementerian Sosial Republik Indonesia, Komunitas Reader Abiyoso, dan Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyata Guna meluncurkan buku Yuk Nabung Saham versi braille.
Hafiyyan | 23 Juni 2018 12:26 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan, di Jakarta, Selasa (27/2/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan Balai Penerbitan Braille Indonesia (BPBI) Abiyoso Kementerian Sosial Republik Indonesia, Komunitas Reader Abiyoso, dan Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyata Guna meluncurkan buku Yuk Nabung Saham versi braille.

Kepala Divisi Komunikasi BEI Oskar Herliansyah menyampaikan ini merupakan buku investasi pertama yang dicetak menggunakan huruf braille.

"Tujuan dari penerbitan buku investasi ini adalah untuk lebih mengenalkan pasar modal kepada difabel netra," paparnya dalam keterangan resmi, Sabtu (23/6/2018).

Buku Yuk Nabung Saham versi braille diluncurkan untuk pertama kalinya pada Jumat (22/6) di Main Hall BEI. Sebelumnya, buku Yuk Nabung Saham karya Direktur BEI Nicky Hogan telah diluncurkan pada 7 September 2017.

Acara peluncuran buku ini dihadiri oleh sekitar 100 orang difabel netra, perwakilan Kementerian Sosial (Kemensos), perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perwakilan komunitas investor, serta perwakilan Galeri Investasi BEI.

Peluncuran buku Yuk Nabung Saham versi braille tercatat sebagai penerbitan buku investasi dengan huruf braille pertama di Indonesia oleh Museum Rekor Dunia - Indonesia (MURI).

Penerbitan buku versi braille ini diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan khususnya pasar modal bagi para difabel netra. Buku ini juga diharapkan dapat membuka pola pikir masyarakat bahwa disabilitas bukan menjadi halangan untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Salah satu rangkaian acara adalah menceritakan (storytelling) buku Yuk Nabung Saham di mana para peserta turut berpartisipasi dan mendengarkan dengan mata tertutup.

"Semoga melalui kegiatan ini para difabel netra dapat mencicipi manisnya investasi di pasar modal Indonesia," imbuh Oskar.

Tag : bursa efek indonesia
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top