Eskalasi Perang Dagang AS-China, Ekonom Yakini Dampak ke Pasar Uang Terbatas

Indeks dolar Amerika Serikat mendekati level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir pada perdagangan pagi ini, Senin (18/6/2018).
Linda Teti Silitonga | 18 Juni 2018 09:50 WIB
Dolar AS - Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks dolar Amerika Serikat mendekati  level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir pada perdagangan pagi ini, Senin (18/6/2018).

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback atas sejumlah mata uang utama lainnya menguat, meski ketegangan perdagangan AS-Cina memperlambat kenaikannya, seperti dikutip Reuters, Senin (18/6/2018).

Indeks dolar seperti dikutip dari Bloomberg, pada pk. 09.40 WIB, menguat 0,1 atau 0,11% ke  94,891.

Indeks berada di kisaran 95.131, yang menjadi puncak level dalam tujuh bulan terakhir saat perdagangan Jumat.

Indeks dolar AS menguat setelah bank sentral AS, Federal Reserve memberikan sinyal hawkish terkait rencana jumlah kenaikan suku bunga acuan hingga akhir tahun ini.

Sementara itu dalam pertemuannya  belum lama ini, Bank Sentral Eropa (ECB) juga memberikan komentar dovish.

Pasar mata uang juga dilaporkan masih merespons hasil pertemuan KTT AS-Korea Utara.

Greenback menavigasi melalui sejumlah peristiwa, termasuk rencana AS yang diumumkan pada Jumat, untuk memberlakukan tarif impor  pada produk asal China senilai US$50..

"Reaksi pasar uang terhadap perkembangan perdagangan sebagian besar terbatas,  karena tanggapan China sejalan dengan harapan," kata Yukio Ishizuki, ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities seperti dikutip Reuters, Senin (18/6/2018).

Dia mengemukakan peningkatan eskalasi ketegangan perdagangan AS-China, tentu saja masuk dalam skenario risiko.

“Tapi tarif saat ini, bahkan jika diterapkan, akan sangat melemahkan ekonomi global dan pasar juga harus merenungkan tentang skenario di mana kedua negara mencoba untuk meredakan ketegangan."

 

Tag : dolar as
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top