IPO, NFC Indonesia Bidik Dana Rp333 Miliar

PT NFC Indonesia Tbk. menawarkan kisaran harga saham perdana pada kisaran Rp1.500--Rp2.000 per saham dalam initial public offering (IPO).
M. Nurhadi Pratomo | 10 Juni 2018 17:46 WIB
Kresna Graha Investama/KREN

Bisnis.com, JAKARTA--PT NFC Indonesia Tbk. menawarkan kisaran harga saham perdana pada kisaran Rp1.500--Rp2.000 per saham dalam initial public offering (IPO).

Pada Jumat (8/6/2018), perseroan telah menggelar paparan publik dan due dilligence meeting untuk rencana penawaran umum perdana saham.

Dengan demikian, anak usaha PT M Cash Integrasi Tbk. tersebut juga resmi memulai masa penawaran awal yang dijadwalkan berakhir pada 21 Juni 2018.

Perseroan berencana melepas 166.667.500 saham baru dengan harga penawaran Rp1.500 - Rp2.000. Diperkirakan, dana yang dihimpun sebanyak-banyaknya mencapai Rp333,33 miliar.

Dalam aksi korporasi tersebut, NFC Indonesia telah menunjuk PT Kresna Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk., dan PT Sinarmas Sekuritas sebagai underwriter. Pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) rencananya akan dilakukan pada Juli 2018.

Direktur Utama Kresna Sekuritas Octavianus Budiyanto menyatakan optimistis target dana yang dibidik melalui IPO NFC Indonesia tetap tercapai meski terpotong masa libur lebaran. Apalagi, penawaran juga dilakukan bagi investor asing yang masih melakukan aktivitas perdagangan.

“Sebenarnya yang libur cuma di Indonesia tetapi di luar negeri tidak. Jadi, tetap paralel melakukan hubungan dengan investor asing,” jelasnya usai menggelar paparan publik akhir pekan lalu.

Direktur Trimegah Sekuritas David Agus mengklaim periode libur Lebaran bukan berarti menghilangkan calon investor. Terdapat beberapa kesempatan dan jalan untuk menjaring calon investor yang akan menyuntik dana segar ke NFC Indonesia.

“Masih ada peluang untuk berhubungan dengan investor pada hari-hari menjelang atau setelah Lebaran,” imbuhnya.

Komisaris Utama NFC Indonesia Suryandy Jahja mengatakan 60% dana segar yang dihimpun akan digunakan untuk peningkatan modal kerja. Sisanya, akan digunakan untuk investasi peningkatan teknologi perseroan serta pengembangan sumber daya manusia.

Pihaknya menyatakan tetap memberikan porsi terbesar saham baru yang dilepas kepada investor lokal. Adapun, komposisi penjatahan yakni 60% saham untuk investor lokal dan 40% saham untuk investor asing.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top